18 Obat Sirop Ini Klaim Aman dari Etilen Glikol Penyebab Gagal Ginjal Akut

18 Obat Sirop Ini Klaim Aman Dari Etilen Glikol Penyebab Gagal Ginjal Akut 39d261a.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Suara.com – Belakangan ini terjadi pemberontakan di Kementerian Kesehatan yang menuntut penghentian sementara penggunaan sirup di apotek. Pejabat kesehatan telah diminta untuk tidak meresepkan sirup tersebut kepada masyarakat menyusul peningkatan kasus gagal ginjal terkait dengan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang mempengaruhi ratusan anak.

Namun, penyelidikan terhadap produk tersebut sedang berlangsung. Selain itu, belum ada hasil resmi yang diumumkan Kementerian Kesehatan. Namun, beberapa perusahaan farmasi sibuk mengklaim bahwa sirup mereka bebas EG dan DEG. Simak daftar beberapa perusahaan farmasi di bawah ini yang telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa produknya bebas etilen glikol-dietilen glikol.

1. PT Sido Muncul

PT Sido Muncul memastikan produk Tolak Angin tidak mengandung komponen penyebab gagal ginjal akut: etilen glikol dan dietilen glikol. Produk Tolak Angin konon menggunakan rempah-rempah tradisional khas Indonesia.

2. PT Bintang Toedjoe

Produk Bintang Toedjoe kemudian tersedia dalam bentuk sachet cair yang diklaim bebas EG dan DEG. Produk yang dimaksud antara lain Komix, Komix Herbal, dan Bejo Jahe Merah.

3. Kalbe Farmasi

PT Kalbe Farma memastikan sebagian produk farmasi cairnya bebas dari dua komponen berbahaya tersebut. Produk yang dimaksud antara lain versi sirup obat batuk Woods dan versi suspensi Promag.

4. PT Pharos Indonesia

Lalu ada PT Pharos Indonesia yang mengklaim produk sirup 2 miliknya bebas Ethylene Glycol (EG) dan Diethylene Glycol (DEG). Kedua produk tersebut adalah Proris Suspension Orange (60 ML) dan Proris Suspension Forte (50 ML) varian Strawberry.

5. PT PIM Farmasi

Lalu ada PT PIM yang memastikan 5 wine tersebut bebas EG dan DEG. Produk yang dimaksud mengandung sirup paracetamol dengan kandungan 120mg/5ml.

6.PT RAMA

PT RAMA juga mengklaim Syrup 9 bebas EG dan DEG. Produk yang dimaksud antara lain sirup obat batuk Remco, sirup Tera F, dan obat tetes parasetamol.

7. PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk.

Lalu ada PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk yang memastikan kedelapan produk farmasinya bebas EG dan DEG. Semua produk Tempra Drops.

8. PT Combiphar

Lalu ada PT Combiphar yang mengklaim hingga saat ini belum ada laporan kasus AKI pada salah satu produknya, OBH Combi. Namun, mereka terus memantau efek samping dan kinerja obat tersebut.

9. PT Sanofi

Selain itu, ada PT Sanofi yang memastikan tidak adanya EG dan DEG pada 7 produk obat sirup. Produk yang dimaksud antara lain suplemen dan larutan sirup bayi Bisolvon.

10. PT Dexa Medica

Lalu ada PT Dexa Medica yang mengklaim seluruh produk sirup yang terdaftar atas nama perusahaan tidak menggunakan bahan baku EG dan DEG. Mereka juga terus melakukan pengujian dan pelaporan keamanan produk secara berkala.

11. PT SOHO Industri Farmasi

PT SOHO Industri Pharmasi mengklaim seluruh produk sirup yang terdaftar tidak menggunakan bahan baku EG dan DEG. Semua obat mengandung bahan herbal dan multivitamin serta tidak menggunakan paracetamol.

12. PT Sanbe

Selain itu, ada PT Sanbe yang mengklaim produk obat sirup 48 tidak mengandung EG dan DEG seperti Sanmol.

13. PT Deltomed

PT Deltomed mengklaim bahwa semua produk sirup herbal bebas EG dan DEG karena 100% obat dan disetujui oleh OHT dan Jamu. Salah satu produk yang dimaksud adalah OB Herbal.

14. Konimex

Conimex juga mengklaim 33 produk sirupnya bebas EG dan DEG, seperti Termorex Baby dan Plus.

15. PT Alam Nutrindo

PT Natural Nutrindo memastikan produk 3 sirup bebas EG dan DEG, termasuk Nordic Naturals Baby DHA dan cairan DHA untuk anak.

16. PT Apotek Baru

Lalu ada PT Novell Pharmaceutical Laboratories yang mengklaim 44 produk farmasi bebas EG dan DEG, salah satunya Glitaven Syrup.

17. Laboratorium PT Deltomed

PT Deltomed Labs memastikan produknya bebas EG dan DEG. Produk yang dimaksud antara lain Antangin JRG, Imugard Junior, Madu Kojima Habbatussaud, dan OB Herbal.

18. PT Gratia Husada Farma

PT Gratia Husada Farma memastikan beberapa produk obat cairnya tidak mengandung dua komponen berbahaya tersebut. Ada banyak produk yang dimaksud, semua produk Hufagrip termasuk Hufagrip pilek dan Hufagrip flu dan batuk.

Pemerintah melarang penggunaan sirup antipiretik

Wakil Menteri Kesehatan Wamenkes Dante Saxono Harbuwono sebelumnya mengatakan pemerintah telah merekomendasikan larangan sementara penjualan obat antipiretik di seluruh apotek.

Pembatasan ini berlaku ketika menyelidiki risiko infeksi pasca gagal ginjal akut pada anak.

“Kami terus melakukan penelitian dan melakukan banyak upaya untuk mengidentifikasi penyakit ginjal akut pada anak sebagai penyebab infeksi terkait narkoba,” kata Dante di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Dante mengatakan pemerintah tidak melarang penggunaan parasetamol, melainkan melarang produk obat berupa wine yang dapat terkontaminasi etilen glikol (EG).