Kongres AS Desak CEO Medsos Berpartisipasi Lindungi Anak dari Bahaya Teknologi

Kongres As Desak Ceo Medsos Berpartisipasi Lindungi Anak Dari Bahaya Teknologi 012a4e5.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pekan ini, Kongres AS kembali menyerukan kepada para CEO raksasa media sosial untuk melindungi anak-anak dan remaja. Perusahaan yang terlibat dalam platform media sosial harus melaporkan potensi bahaya yang ditimbulkan produk mereka terhadap generasi muda.

CEO Facebook, TikTok, Snap, Discord dan X (Twitter) dilaporkan akan menghadiri sidang Komite Kehakiman Senat AS. Dengar pendapat di Kongres mempertanyakan upaya kampanye untuk melindungi anak-anak dari bahaya.

Para eksekutif di perusahaan-perusahaan teknologi ini dapat menggunakan audiensi ini sebagai kesempatan untuk mempromosikan alat perlindungan anak. Kebijakan juga harus dipublikasikan untuk melindungi anak-anak dan memberikan kontrol lebih besar kepada orang tua atas aktivitas online anak-anak mereka.

Bagaimana media sosial mempengaruhi anak-anak

Sidang ini akan membahas kekhawatiran yang diajukan oleh anggota parlemen dan kelompok hak asasi manusia mengenai platform media sosial yang bersifat adiktif dan potensinya merugikan pengguna muda. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan kesejahteraan anak-anak dan remaja.

Menurut laporan yang dikutip Gizchina, Rabu (31/1/2024), “sidang ini akan memungkinkan Kongres untuk mengkaji upaya perusahaan media sosial untuk mengurangi risiko ini dan meminta pertanggungjawaban mereka atas keselamatan pengguna di bawah umur.” peluang,” ujarnya.

Sidang tersebut juga dilakukan dalam konteks beberapa proposal bipartisan untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi. Hal ini meningkatkan perlindungan terhadap pengguna muda dan mencegah eksploitasi seksual terhadap anak-anak secara online.

Meskipun terdapat banyak bukti mengenai dampak berbahaya dari paparan daring terhadap anak-anak, Kongres telah gagal membuat undang-undang untuk mencegah dampak negatif ini. Dengar pendapat ini diharapkan dapat memberikan platform bagi para pembuat undang-undang untuk mendiskusikan dan mengevaluasi perlunya peraturan dan langkah-langkah legislatif untuk melindungi anak-anak dari predator online. Selain itu, ini juga tentang menjaga mereka tetap aman di lingkungan digital.

Kesaksian dari CEO Meta, Snap, TikTok dan Discord akan diperiksa dengan cermat oleh Kongres. Anggota parlemen akan mencoba memahami langkah apa yang diambil perusahaan-perusahaan ini untuk melindungi pengguna muda. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana perusahaan-perusahaan ini mengatasi kekhawatiran para orang tua, advokat, dan pakar.

Hal ini terutama berlaku untuk penggunaan jejaring sosial oleh anak-anak. Dengar pendapat ini kemungkinan besar akan menarik perhatian publik dan mempengaruhi perdebatan yang sedang berlangsung mengenai tanggung jawab perusahaan media sosial untuk melindungi anak-anak.

Dengar pendapat mendatang di Kongres AS menghadirkan peluang penting. Ini adalah kesempatan Anda untuk melihat upaya perusahaan media sosial besar dalam melindungi anak-anak dari predator online.

Hal ini juga dapat menghilangkan potensi risiko yang terkait dengan penggunaan media sosial oleh anak-anak. Kesaksian dari CEO Meta, Snap, TikTok dan Discord akan menjadi fokus uji coba. Anggota parlemen akan berupaya untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan ini atas keselamatan dan kesejahteraan pengguna muda mereka.