Menkes: Rutin Menimbang Anak dapat Cegah Stunting

Menkes Rutin Menimbang Anak Dapat Cegah Stunting 0503875.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan para orang tua untuk selalu mengukur anaknya di Pusat Pelayanan Terpadu atau Pusiando terdekat untuk mencegah anak mengalami stunting. Dengan pengukuran yang teratur, hambatan tumbuh kembang anak dapat diketahui dengan cepat.

“Kalau berat badan dan tinggi badannya tidak ada, sebaiknya ke puskesmas,” ujarnya pada upacara peringatan Hari Gizi Nasional di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (28 Januari 2024).

Jika berat badan anak tidak menunjukkan angka yang benar saat diukur, sebaiknya anak tersebut dipindahkan ke puskesmas atau puskesmas untuk mendapatkan perawatan oleh tenaga medis, kata Gonadi.

Menkes menjelaskan, di puskesmas, orang tua dapat bertemu dengan dokter dan ahli gizi untuk berdiskusi tentang cara meningkatkan tinggi dan berat badan anak, serta mendapatkan makanan yang lebih banyak untuk meningkatkan tumbuh kembang anaknya.

“Kalau diberi makan jangan lupa protein hewani agar cepat diserap,” kata Gonady.

Protein hewani, khususnya ikan, memiliki nutrisi lengkap yang dapat mempercepat tumbuh kembang anak. Mikronutrien ikan bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Indonesia sebagai negara maritim yang 70% wilayah daratannya berupa lautan cenderung lebih mudah mencari sumber protein hewani dibandingkan ikan. Jenis ikan lokal yang dapat menjadi referensi dalam menyiapkan makanan pendamping ASI yang dapat mencegah sembelit yaitu ikan teri, tongkol, tongkol, lele dan lele.

Menteri Gonadi mengatakan: Kita harus memastikan anak-anak tidak menderita gizi buruk.