Terkena Material Tanah Longsor, Jalan Raya Kawasan Wisata Pantai Senggigi Ditutup Total

Terkena Material Tanah Longsor Jalan Raya Kawasan Wisata Pantai Senggigi Ditutup Total 82b1805.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Suara.com – Longsor terjadi pada Minggu (16/10/2022), mengakibatkan Jalan Raya Sengi di Kabupaten Lombok Barat menuju Pantai Malambo ditutup total. Pembersihan menggunakan alat berat terus dilakukan hingga Senin pagi (17/10/2022).

Kantor Berita Antara melaporkan, tiga lokasi terjadinya longsor adalah kawasan Setangi, Malambo, dan Nipah, Kabupaten Lombok Utara.

“Yang kami lakukan sekarang adalah pertama-tama melokalisasi jalan agar tidak ada kendaraan yang bisa keluar atau masuk kota. Saat ini kami sedang menunggu kedatangan alat berat untuk membersihkan jalan dari gundukan tanah dan lumpur. jelas Rizwan Syah. Kepala Dinas PUPR Nusa Tenggara. Pemandangan Sunset Barat Pantai Senggigi menghadap Gunung Agung di Bali. Dan jalan raya berkelok-kelok di sepanjang garis pantai. Misalnya [Suara.com/CNR ukirsari].

Ia menegaskan, upaya pembersihan jalan menjadi prioritas utama. Banyaknya warga lokal dan wisatawan yang terdampar membuat mereka tidak bisa melewati Jalan Raya Senggi.

Rizwan Sayya mengatakan hampir tidak mungkin kendaraan melintas di jalan tersebut akibat longsor di kawasan wisata. Seluruh jalan masih tertutup lumpur dan puing-puing lainnya.

“Sampai kemarin malam, jalan tersebut masih ditutup untuk lalu lintas akibat longsor,” jelasnya.

“Banyak masyarakat dan tamu hotel, terutama yang menginap di Senggigi, tidak bisa kembali karena terjebak di antara Setangi dan Malambo,” lanjut Rizwan Saya.

Pengumuman tersebut disampaikan Raslan Abdul Ghani, Kepala BPBD NTB di Mataram, ibu kota Lombok, Senin pagi (17/10/2022).

“Masih belum bisa disetujui,” jelasnya. Jalan dari dan ke Lombok Barat dan Utara masih belum bisa dilalui karena masih tertutup longsor yang terjadi pada Minggu (16/10/2022) sore [SuaraBali.id/ANTARA/HO -BPBD NTB]

Dikatakannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD NTB bersama TRC Kabupaten Lombok Utara, PUPR NTB dengan dukungan Polsek Juara dan masyarakat telah bersatu untuk menyelesaikan pembersihan ruas jalan tersebut. . yang ditutup karena tanah longsor yang dimulai pada Minggu malam.

Alat berat yang dikerahkan dari PUPR terus bekerja untuk mempercepat pembersihan material yang menutupi jalan Selmat-Senggigi akibat longsor, kata Raslan Abdul Ghani.

Dikatakannya, “Sampai saat ini Posko BPBD terus melakukan penyisiran jalan untuk mengecek titik-titik longsor yang masih menutup jalan karena ada pengguna jalan yang terdampak longsor tersebut dan terdampar karenanya,” ujarnya. .

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, Kompol Artanto, dalam siaran pers yang diterima di Mataram hari ini mengatakan, polisi memutuskan menutup jalan dan mengubah jalur.

“Karena ruas jalan sepanjang 10 kilometer di kawasan Huara Barat di beberapa tempat tertutup longsor, petugas memutuskan untuk sementara mengarahkan mereka ke Lombok Utara melalui Baun Pasuk,” jelasnya.

Terkait keputusan penutupan akses lalu lintas di pantai barat Lombok, Artanto mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Kepala BPBD Lombok Utara.

Longsor pada Minggu (16/10/2022) malam akibat hujan deras mengakibatkan tanah longsor dan banjir melanda tujuh lokasi di Kecamatan Selamat Divisi Lombok Utara.

Banjir dan longsor terjadi di lima desa yaitu Desa Selmit Barat, Desa Mengla, dan Desa Malaka, meliputi Desa Setangi, Landing Loire, Nipah, dan Malimbo. Alat berat ekskavator membersihkan batuan dan tanah yang menghalangi jalan di kawasan Sitanggi, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Minggu (16/10/2022). (Antara/XO)

Sedangkan warga terdampak di Desa Malimbo sebanyak 153 Kepala Keluarga (KK) atau 478 jiwa, Desa Setangi sebanyak 93 KK atau 281 jiwa, dan Desa Nipah sebanyak 105 KK atau 321 jiwa.

Informasinya, banjir dan longsor ini terjadi antara pukul 13.30 hingga 15.00 Wita akibat hujan deras disertai angin kencang, kata Kabid Humas Polda NTB.

Timnya bersama tim BPBD masih melakukan evakuasi warga dan harta benda berharga dari lokasi terdampak. Sementara itu, upaya pembersihan akibat banjir dan tanah longsor masih terus dilakukan.