IPDN Kukuhkan 7 Guru Besar: Berbagai Orasi Ilmiah Menyoroti Isu Penting Pemerintahan

Ipdn Kukuhkan 7 Guru Besar Berbagai Orasi Ilmiah Menyoroti Isu Penting Pemerintahan 11ac91d.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Jakarta – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) hari ini merayakan tonggak penting dalam sejarah akademiknya dengan diangkatnya Presiden-Guru Besar IPDN. Dr. Dokter. H. Hadi Prabowo, M.M. sebagai profesor di Departemen Ilmu Pemerintahan. Acara pengukuhan dilaksanakan di Aula Zamhir Islami Kampus IPDN Jakarta dan dihadiri oleh Dr. de Johnson, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Tn. H. Suhajar Diantoro dan Bpk. M.Si sebagai sekretaris jenderal.

Pelantikan ini dilakukan setelah Prof. Hadi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Transformasi Pemerintahan Digital Menuju Indonesia Emas 2045”. Hadi sebagai guru besar mewakili dedikasi dan komitmennya yang tinggi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan pemerintah Indonesia. Silakan gulir lebih jauh.

Sejak menjabat sebagai Wakil Rektor IPDN pada tahun 2020, Profesor Hadi telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan ilmu dan cara pandang di bidang tata kelola. Dedikasinya sangat diapresiasi oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Presiden Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri, dan pejabat pemerintah lainnya. Penghargaan yang diraihnya antara lain penghargaan sebagai tokoh inspiratif Jawa Tengah di bidang pendidikan masyarakat pada tahun 2022, Penghargaan Tokoh Perdamaian Dunia di bidang pendidikan dan kesejahteraan pada tahun 2023.

Dalam pidato ilmiahnya, Guru Besar tersebut mengatakan Hadi mengatakan perlunya merancang strategi transformasi digital yang terintegrasi dan sistemik. Ia menekankan pentingnya regulasi dan desain kelembagaan, serta meningkatkan literasi digital dan menjamin martabat manusia dan nilai-nilai masyarakat dalam melaksanakan transformasi digital.

Melalui ketujuh strategi tersebut, transformasi digital di Indonesia akan terjadi secara sistematis, fokus, dan komprehensif, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan, sesuai dengan individualitas masyarakat Indonesia, serta mendukung persaingan digital Indonesia secara global. mampu membawa pergeseran kekuasaan yang signifikan,” katanya.

Selain dia, enam guru besar lainnya, termasuk Profesor Hadi, juga direkrut pada kesempatan yang sama. Dr. Dokter. Ismail Nurudin, murid S2. Profesor Dr. Dokter. H. Mansur, MSi, Profesor Ph.D. Dokter. Kuswalo, M.Si; Profesor Dr. Dokter. Hironimus Roy, M.Si; Profesor Ph.D. Dokter. Muhaddam Laboro, MSi, Alaska, California. Dan profesor. Dr. Dadan Swanda, S.E., M.M., M.Ak., Ak., C.A.

Dalam sambutannya, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, berharap prestasi ini semakin memperkuat peran dan fungsi IPDN sebagai perguruan tinggi kedinasan strategis.

“Dengan dilakukannya pengukuhan guru besar ini, kami berharap dapat melahirkan guru besar yang mampu mengabdikan ilmunya untuk kemajuan bangsa dan negara. Dengan dukungan para guru besar ini, kami berharap hal ini juga berdampak pada IPDN” Kami berharap IPDN bisa menjadi think tank Kemendagri menyikapi permasalahan yang ada di pemerintahan pusat dan daerah,” ujarnya. Maruaral Sirait di dunia akademis mengajukan petisi kepada pemerintah: Kritik harus diterima Mantan politikus PDIP Maruaral Sirait mengatakan banyak akademisi dari kampus-kampus ternama telah mengajukan petisi kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) infosurabaya.com.co.id 5 Februari 2024