Prabowo Sentil Tokoh yang Tak Paham Pentingnya Food Estate, Sindir Siapa?

Prabowo Sentil Tokoh Yang Tak Paham Pentingnya Food Estate Sindir Siapa D84cbf1.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menegaskan proyek lumbung pangan atau Food Estate adalah suatu keharusan. Ia juga membahas topik-topik yang menolak pembangunan atau mempertanyakan pentingnya Food Estate.

Prabowo mengatakan Food Estate bisa menjadi solusi krisis pangan yang akan terjadi. Maklum, proyek ini menyasar sejumlah produk pangan pokok agar bisa dipasok dalam jumlah banyak. Ia menjelaskan, ada dua opsi bagi masyarakat yang mempertanyakan Food Estate.

“Food Estate itu suatu keharusan, kalau ada tokoh nasional yang mempermasalahkan Food Estate, maka menurut saya kemungkinannya hanya 2: dia tidak paham atau tidak mau paham, dan dua-duanya tidak baik,” kata Prabowo Subianto. ungkapnya dalam Trimegah Political and Economic Outlook 2024, di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Meski terkesan menyindir, namun Prabowo tak membeberkan siapa saja selebriti tanah air yang mempertanyakan Food Estate. Namun dalam beberapa kesempatan, proyek lumbung pangan diusung oleh calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Prabowo menegaskan, awal mula lumbung pangan nasional sudah ada pada masa pemerintahan Presiden pertama RI, Soekarno. Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak zaman Belanda.

“Food Estate mempunyai pemikiran strategis seperti Bung Karno dan bahkan sebelum beliau datang dari Belanda, sudah ada proyek yang harus kami buka sejak lama. Tapi faktanya masa depan kita juga sangat cerah,” jelasnya.

Menurutnya, Food Estate juga bisa menjadi jawaban atas krisis kekurangan air pasca badai kemarau El Nino. Salah satunya dengan mengubah rawa menjadi persawahan.

“Saudara-saudara, kita punya rawa 22 juta hektar, rawa-rawa, ternyata rawa itu ada 2 jenis. “Para ahli bilang saya kurang paham istilah ilmiahnya, tapi faktanya dari 22 juta, dari rawa ini kita bisa tanam 11 juta, disulap menjadi sawah, lumbung padi, menjadi perkebunan pangan,” ungkapnya.

Ia juga berbicara tentang penyelesaian krisis air. Menurut dia, permasalahan krisis air tidak mempengaruhi keadaan di Indonesia yang memiliki wilayah rawa yang luas.

Prabowo memperkirakan biayanya lebih murah dibandingkan membangun gudang di lahan kering.

“Masalah air tidak akan hilang, tidak ada masalah dan biaya belanja modal akan lebih rendah (dibandingkan) jika kita membangun sawah Food Estate di lahan biasa, itu yang sudah dilaksanakan,” ujarnya.

“Jadi kalau tidak salah di Kalsel sudah ada 50.000 hektar rawa, itu sawah di rawa (lahan yang biasa mereka alami) banjir kalau musim hujan, kebakaran kalau kemarau, jadi sawah produktif. , air bisa (digunakan) untuk beternak itik untuk menghasilkan telur, protein.Jadi ini sudah diterapkan, tinggal diulangi saja, tutupnya.

Sebelumnya, Food Estate Gunung Mas telah sukses memanen jagung pada Januari 2024. Food Estate Gunung Mas berencana menanam tidak hanya jagung, tapi juga singkong.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, panen jagung yang berhasil dihasilkan nantinya akan disusul dengan panen singkong. Pada kunjungan pertamanya ke Komplek Pangan Gunung Mas, Mentan meminta pakar pertanian Kementerian Pertanian untuk melakukan analisis lapangan dan memberikan teknologi pertanian yang tepat guna.

“Kita punya banyak tenaga ahli di bidang pertanian, kemampuan mereka tidak perlu diragukan lagi. Saya yakin panen jagung akan disusul panen singkong. Saya melihat banyak kemajuan. “Kita perlu waktu untuk mencapai hasil yang optimal,” ujarnya, Sabtu (27/1/2024).

Menurutnya, keberhasilan panen jagung di perkebunan pangan Gunung Mas menjadi bukti bahwa teknologi pertanian Indonesia telah mampu berkembang menjadi sistem pertanian modern.

“Meski banyak pihak yang meragukan dan mencemooh apa yang kita lakukan selama ini, namun kita tetap bekerja keras menyiapkan teknologi yang tepat dan tepat guna agar kita bisa mengoptimalkan lahan untuk tanaman pangan,” tegas Mentan Pertanian Amran.