Raja Charles III Didiagnosis Kanker, Beri Tahu Pangeran William dan Pangeran Harry Secara Pribadi

Raja Charles Iii Didiagnosis Kanker Beri Tahu Pangeran William Dan Pangeran Harry Secara Pribadi 20b862b.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Liputan6.com, Jakarta – Istana Buckingham membagikan kabar terkini terkait status kesehatan Raja Charles III. Raja didiagnosis menderita kanker.

Namun, belum diketahui jenis kanker apa yang diderita Raja Charles. Kondisi tersebut diketahui saat Charles sedang menjalani perawatan karena pembesaran prostatnya.

Istana mengumumkan bahwa raja akan memulai pengobatan rutin mulai Senin dan semua tugas resmi akan ditangguhkan selama masa pengobatan.

Dilaporkan bahwa Raja Charles merespons positif kesehatannya dan berharap untuk kembali menjalankan tugas kerajaan sepenuhnya sesegera mungkin.

Sejauh ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai stadium atau prognosis kanker Wang yang berusia 75 tahun itu.

Menurut laporan, Raja Charles secara pribadi memberi tahu kedua putranya tentang diagnosis kanker tersebut. Pangeran William dilaporkan melakukan kontak rutin dengan ayahnya setelah mengetahui penyakit tersebut. Sementara itu, Pangeran Harry yang tinggal di Amerika Serikat mengatakan ia berencana mengunjungi Inggris dalam beberapa hari mendatang dan bertemu dengan Raja.

Raja kembali ke London dari Sandringham, Norfolk, pada Senin pagi, dan istana mengumumkan bahwa dia telah memulai perawatan rawat jalan.

Raja Charles akan menghentikan acara-acara publik, namun akan terus menjalankan peran konstitusionalnya sebagai kepala negara, termasuk urusan administratif dan pertemuan pribadi.

Sementara itu, pertemuan mingguan dengan Rektor Rishi Sunak akan tetap bersifat pribadi kecuali dokter menyarankannya untuk membatasi kontak.

Adapun aturan yang berlaku di Inggris, terdapat mekanisme konstitusional jika kepala negara tidak mampu menjalankan tugas resminya. Dalam kasus seperti ini, seorang “Dewan Negara” ditunjuk untuk mewakili raja.

Saat ini yang termasuk dalam kategori tersebut adalah Ratu Camilla, Pangeran William, (Putri Kerajaan) Putri Anne, dan Pangeran Edward. Sementara itu, Pangeran Harry dan Duke of York memilih untuk tidak menjalankan tugas kerajaannya sehingga peran mereka tidak ada lagi.

Diketahui bahwa Pangeran William saat ini sedang mengambil cuti sementara dari tugas kerajaan untuk merawat istrinya, yang sedang dalam masa pemulihan dari operasi perut yang dijalaninya bulan lalu.

Raja Charles menjalani operasi untuk mengobati pembesaran prostat di sebuah rumah sakit swasta di London lebih dari seminggu yang lalu. Pada saat itu, pihak istana mengatakan pengobatan yang diterimanya adalah untuk mengobati penyakit yang “dapat terdegradasi”.

Seperti dilansir BBC, pada Senin, 5 Februari 2024, Istana menjelaskan: “Dalam intervensi ini, ditemukan kasus lain yang mengkhawatirkan, yang kemudian didiagnosis sebagai salah satu bentuk kanker.”

Istana mengatakan bahwa Raja Charles memilih untuk mempublikasikan pengobatan kankernya karena dia telah mendukung sejumlah badan amal kanker sejak dia menjadi Pangeran Wales.

“Dalam kapasitas ini, Yang Mulia sering berbicara di depan umum untuk mendukung pasien kanker, orang-orang yang mereka cintai, dan para profesional kesehatan luar biasa yang membantu merawat mereka.”

Dia juga mengumumkan pengobatan prostatnya kepada publik, dengan tujuan mendorong lebih banyak pria untuk menjalani pemeriksaan prostat.

Dia dikatakan senang dengan meningkatnya kesadaran akan masalah ini, dan situs NHS melaporkan peningkatan signifikan dalam komplikasi terkait kondisi prostat.

Royal Society of Medicine mengucapkan terima kasih kepada Dr. King karena menekankan bahwa “kanker tidak membeda-bedakan” dan mendesak orang-orang yang memenuhi syarat untuk menjadwalkan pemeriksaan kanker.

“Jangan malu. Semakin banyak informasi yang Anda miliki, semakin banyak kami dapat membantu Anda menyingkirkan kanker tersebut. Jika tidak, maka hilangkan kankernya, atau jika tidak, segeralah menuju ke jalan menuju pengobatan yang paling tepat,” kata ketua Dr. Jay Verma.

Satu dari dua orang di Inggris akan menderita suatu bentuk kanker dalam hidup mereka.

Menurut situs NHS, terdapat lebih dari 200 jenis kanker, dengan yang paling umum di Inggris adalah kanker payudara, paru-paru, prostat, dan usus.

Kemungkinan terkena berbagai jenis kanker meningkat seiring bertambahnya usia. Data di Inggris menunjukkan bahwa rata-rata lebih dari sepertiga (36%) kasus kanker baru terjadi pada orang berusia 75 tahun ke atas setiap tahunnya.

Kanselir Rishi Sunak mendoakan Raja mendapatkan “pemulihan penuh dan cepat”, begitu pula pemimpin Partai Buruh Sir Keir Starmer dan pemimpin House of Commons Sir Lindsay Hoyle.