Jangan Anggap Remeh, Ini Dampak Mengajarkan Anak Cuci Tangan Dari Kecil

Jangan Anggap Remeh Ini Dampak Mengajarkan Anak Cuci Tangan Dari Kecil 4f3dd13.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Suara.com – Mengajarkan anak mencuci tangan sejak dini rupanya ada kaitannya dengan perilaku dan tingkah lakunya hingga dewasa. Simaklah para ahli di bawah ini.

Tidak mudah bagi orang tua untuk mengasuh anak-anaknya. Orang tua harus mengajarkan kebiasaan kepada anaknya, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Apa yang Anda pelajari semasa kecil akan menjadi kebiasaan ketika Anda dewasa.

Menurut Hindustantimes, Dr Prashant Moralwar, dokter anak di Motherhood Hospital, Khagarh, mengatakan kebiasaan baik bisa dilakukan melalui berbagai hal kecil seperti hal sederhana. Kebiasaan #1 adalah langkah pertama untuk membuat anak mulai melakukan hal-hal baik. Ilustrasi mengajari anak mencuci tangan. (Pexels/Ketut Subyanto)

“Mencuci tangan adalah kebiasaan baik yang dapat diajarkan kepada anak-anak pada tahap awal pertumbuhan dan perkembangan,” kata Dr. Prashant, “sebelum makan, sebelum batuk, bersin, setelah dari toilet, dan setelah menyentuh hewan peliharaan. setelah menyentuh sesuatu.”

Kebiasaan mencuci tangan juga merupakan salah satu bentuk pengendalian diri pada anak. Orang tua dapat menanyakan apakah anaknya sudah mencuci tangan. Selain itu, orang tua juga dapat mengingatkan anaknya untuk selalu mencuci tangan dan menjaga kebiasaan baik.

“Sesekali tanyakan pada anak Anda apakah dia sudah mencuci tangannya. Atur pengingat untuk mengingatkannya untuk mencuci tangannya. Cobalah menyanyikan lagu favorit atau bermain game saat dia mencuci tangannya. tangan. ‘ Yuk tanya. Orang tua juga bisa kasih tahu. Mereka jelaskan kenapa cuci tangan baik untuk kesehatan,” jelas Dr. Prashant.

Selain mencuci tangan, penting juga bagi orang tua untuk mengajari anak memilih. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan pada anak untuk menentukan pilihan makanan sehat. Dengan melakukan hal ini, anak menjadi lebih bertanggung jawab dalam menentukan pilihan.

Tak hanya itu, kata Dr Prashant, melibatkan anak di dapur dan membuat makanan sendiri juga membantu membangun kebiasaan baik. Jika kebiasaan tersebut dipraktekkan pada anak sejak kecil, maka akan mempengaruhi sikapnya ketika dewasa.

Dr. Prashant mengatakan hal sebaliknya juga benar: jika Anda memiliki kebiasaan buruk saat masih kecil, akan sulit untuk menghentikannya saat dewasa.

“Kebiasaan, baik yang baik maupun yang buruk, sulit untuk dihilangkan. Ketika sebuah kebiasaan dibentuk dan diulang secara teratur, zat kimia yang disebut dopamin dilepaskan di otak, sehingga menimbulkan perasaan senang. Kita harus mengembangkan kebiasaan sehat sejak dini.” sehat untuk anak,” tutupnya. Prashant.