Bantuan untuk Gaza Kembali Diberangkatkan, Ada Selimut Hingga Makanan

Bantuan Untuk Gaza Kembali Diberangkatkan Ada Selimut Hingga Makanan 8b51f6d.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

GAZA – Konflik Israel-Palestina belum usai. Baru-baru ini, Israel bahkan menargetkan rumah sakit terbesar yang tersisa di Palestina. Hal ini menyebabkan runtuhnya sistem layanan kesehatan di sana.

Sekitar 1.000 warga Gaza akhirnya dirawat di kapal perang Prancis, yang berfungsi sebagai rumah sakit, di lepas pantai Mesir. Buka informasi lebih lanjut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), warga Palestina kesulitan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit karena puluhan ribu orang terluka, sebagian besar dari 36 rumah sakit di Gaza tidak lagi berfungsi, dan rumah sakit yang ada dan masih berfungsi kelebihan kapasitas.

Atas situasi ini, masyarakat Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan kepada warga sipil korban konflik Gaza. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengumpulkan bahan-bahan pendukung dari seluruh lapisan masyarakat.

Satgas Muhibah/Kunjungan Pelabuhan ke Mesir 2024 yang membawa seluruh bantuan kemanusiaan diberangkatkan menggunakan kapal rumah sakit KRI Dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 pada Kamis 18 Januari 2024.

Pelepasan misi penjaga perdamaian tersebut dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di Dermaga Kolinlamil Jakarta Utara.

Kumpulan materi kemanusiaan bangsa Indonesia dikumpulkan TNI Angkatan Laut sejak November 2023 dengan fokus di Komando Militer Angkatan Laut (Kolinlamil) Jakarta dan Komando Armada (Koarmada) II Surabaya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan mengatakan TNI Angkatan Laut bertekad untuk berusaha semaksimal mungkin dalam setiap tugas yang diembannya, khususnya agar mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia dan dunia internasional. . Seperti dalam hal ini, memberikan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita di Jalur Gaza di Palestina.

Ratusan ton bantuan kemanusiaan tersebut terdiri dari popok sekali pakai (532 kantong), pakaian anak (600 kantong), pakaian dewasa (700 kantong dan 500 dus), susu (800 dus), biskuit (650 dus), galon air mineral. (1.254 galon), air mineral kaleng (1.700 kaleng), obat-obatan (460 kaleng), selimut (450 kantong), jaket (450 kantong) dan mie instan (470 kaleng).

Semuanya dikirim ke pelabuhan Al Arish di Mesir untuk didistribusikan oleh otoritas terkait seperti Bulan Sabit Merah Mesir kepada para korban konflik Gaza.

Warga Gaza juga menghadapi krisis air bersih, terutama untuk konsumsi sehari-hari. Di antara bantuan kemanusiaan tersebut, Le Minerale juga mengirimkan ribuan karton dan galon bantuan kepada para korban konflik Gaza.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Arif Fakhrudin menanggapi langkah Le Minerale yang mengirimkan bantuan berupa ribuan karton dan galon ke Gaza.

“Artinya bukan sekedar pernyataan, tapi tindakan afirmatif yang konkrit. Tentang kebanggaan terhadap produk nasional kita, komitmen yang kuat tidak hanya sebatas ungkapan sikap dan bentuk empati, namun dukungan nyata sejalan dengan politik luar negeri kita yaitu dukungan” Dan ini juga sejalan dengan seruan Majelis Ulama Indonesia untuk membantu rakyat Palestina dalam solidaritas dengan mengecam segala bentuk penjajahan, invasi, dan genosida,” kata Arif dalam keterangannya yang dikutip Senin Januari lalu. 22 2024.

Misi penjaga perdamaian ini akan menempuh rute Jakarta – Belawan – Al Arish – Jeddah – Batam dan kembali ke Jakarta. Total waktu dari pelayaran hingga kepulangan direncanakan 52 hari perjalanan. Indonesia Copot Israel, Iran di Negara Militer Terkuat ke-13 Militer Indonesia menduduki peringkat ke-13 terkuat di dunia, mengalahkan beberapa negara lain seperti Iran, Israel dan Jerman, bahkan Ukraina. Seperti dilansir Global infosurabaya.com.co.id pada 8 Februari 2024