Juarai ASEAN-China-India Summit 2023, Mahasiswi Uper Gagas Pariwisata Berkelanjutan

Juarai Asean China India Summit 2023 Mahasiswi Uper Gagas Pariwisata Berkelanjutan 282d7ee.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

JAKARTA – Untuk meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan, Kadek Diah Pradnyaswari Dewi, mahasiswa hubungan internasional Universitas Pertamina, meluncurkan aplikasi EcoAsia pada acara ASEAN-China-India Young Leaders Summit 2023 yang digelar di Singapura.

EcoAsia adalah aplikasi pariwisata berkelanjutan yang dapat mengukur dan memberi penghargaan terhadap keluaran karbon dari perjalanan wisata. Alhasil, berkat pemikirannya, Diah berhasil meraih kursi ketiga di majelis tersebut.

“Dalam aplikasi ini, kami menawarkan paket perjalanan ekowisata yang diperhitungkan rendah karbon dan berkelanjutan. Wisatawan yang berwisata ke destinasi wisata akan masuk ke dalam itinerary yang secara otomatis akan mengukur jumlah karbon yang dihasilkan. “Di akhir perjalanan, pengguna akan mendapatkan reward yang bervariasi mulai dari voucher belanja hingga oleh-oleh khas daerahnya,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (21/1/2024).

Baca Juga: Bisakah Lulus Tepat Waktu Sambil Bekerja? Simak tips alumni Universitas Pertamina berikut ini

Melalui KTT ASEAN-China-India 2023, Diah bekerja sama dengan pemain dari Singapura, Brunei, Myanmar, dan China untuk menciptakan EcoAsia. Bagi Diah dan tim, aplikasi ini diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran dalam mengurangi jejak karbon perjalanan wisata.

KTT Pemimpin Pemuda ASEAN-Tiongkok-India 2023 merupakan kompetisi ide yang menarik 5.700 pelajar dari seluruh Asia Tenggara, Tiongkok, dan India. Pada tahun 2023, kegiatan ini akan menyoroti peran teknologi bagi masyarakat dan lingkungan. Setelah melalui babak penyisihan, terdapat 180 siswa yang berkesempatan melaju ke babak final.

“Tantangan utama dalam mempersiapkan prototipe ini adalah perbedaan asal negara anggota tim. Hal ini mempengaruhi sikap dan keyakinan terhadap terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan, serta budaya dalam bekerja. Namun tujuan utama untuk menciptakan ide kelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon menjadi semangat kami saat mengembangkan prototipe ini. “Kedepannya kami juga akan bekerja sama dengan produk dan brand ternama yang peka terhadap lingkungan,” tambah Diah.

Baca Juga: Unik! Limbah mie instan diubah menjadi bahan bakar yang bernilai uang

Rektor Universitas Pertamina, Profesor. Wawan Gunawan A. Kadir pun mengapresiasi pencapaian Diaha. Keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh ilmu yang diperolehnya melalui pembelajaran di kelas.

Kajian disusun berdasarkan kurikulum yang komprehensif dengan prinsip berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan industri dan sosial.

“Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengikuti berbagai penelitian kolaborasi dengan dosen dan pakar yang fokus pada isu-isu strategis perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga dibekali persiapan karir melalui Program Pascasarjana Merah Putih. Program ini memberikan bekal karir pelatihan praktisi dan “Alumni terbaik berkesempatan bekerja di PT Pertamina Group dan mitra lainnya,” tutup Prof Wawan.