Waspada Pneumonia pada Anak, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Waspada Pneumonia Pada Anak Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat 04519d4.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

JAKARTA – Berdasarkan data UNICEF tahun 2018, 2-3 anak di bawah usia lima tahun meninggal karena pneumonia setiap jamnya di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pneumonia masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai.

Pneumonia pada anak biasanya diakibatkan oleh infeksi saluran pernapasan atas akut (ISPA bagian atas). Biasanya, gejala pneumonia diawali dengan demam, batuk, atau pilek, diikuti gejala sesak napas, yang biasanya muncul dalam 14 hari dan bersifat parah.

Dokter Spesialis Anak, Subspesialis Respirologi Anak, RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Wahyuni ​​​​Indawati Sp. A, subsp. Resp mengungkapkan, gejala sesak napas ditandai dengan adanya upaya bernapas yang berat, seperti adanya tarikan pada dinding dada saat bernapas atau adanya pernapasan di hidung.

Sesak napas menandakan bayi kekurangan oksigen. Bila hal ini terjadi, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata dr Wahyuni. Dr Wahyuni ​​juga menjelaskan secara detail ciri-ciri sesak napas. Ciri-ciri dispnea

Bagaimana cara mengetahui bayi Anda mengalami sesak napas? Hitung laju pernapasan bayi dalam satu menit dengan meletakkan tangan Anda di dada bayi. Sesak napas ditandai dengan laju pernapasan yang cepat, yaitu:

1. Lebih dari 60 kali per menit untuk anak dibawah 2 bulan 2. Lebih dari 50 kali per menit untuk anak 2 bulan – 1 tahun 3. Lebih dari 40 kali per menit untuk anak 1 – 5 tahun 5. Lebih dari 30 kali/menit untuk orang di atas 5 tahun Langkah pencegahan

Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau jamur. Penyebab paling umum adalah virus atau bakteri. Langkah preventif dapat dilakukan untuk memastikan infeksi tidak menyebar ke lingkungan sekitar. Misalnya saat merasa sakit, sebaiknya gunakan masker dengan benar dan terapkan juga etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup mulut menggunakan lengan baju atau tisu lalu membuangnya.

Untuk mencegah penyebaran infeksi, Anda juga bisa mencuci tangan hingga bersih dengan air mengalir dan sabun setiap habis batuk dan bersin, setelah menyentuh permukaan benda terutama di tempat umum, sebelum makan, dan lain-lain. Hal ini tidak hanya berlaku bagi orang tua saja, namun juga bagi anak-anak. Selain itu, pneumonia juga dapat dicegah secara efektif dengan memberikan ASI eksklusif, menjaga status gizi yang baik, menghindari asap rokok dan polutan udara lainnya, serta melindungi anak dengan memberikan vaksinasi untuk mencegah pneumonia.

Saat ini terdapat beberapa vaksin yang dapat melindungi anak terhadap penyakit tersebut, yaitu vaksin Difteri Pertusis Tetanus Hemophilus Influenza B (DPT HiB) yang merupakan vaksin gabungan, vaksin pneumokokus (PCV), vaksin pertusis influenza dan vaksin MR (rubella). ) vaksin.

Data UNICEF menunjukkan bahwa pneumonia merupakan penyebab kematian terbanyak pada anak dibandingkan penyakit menular lainnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan tindakan pencegahan berikut:

1. Sekitar 50 persen kematian anak akibat pneumonia berhubungan dengan polusi udara, jadi jika Anda sakit, gunakan masker dengan benar 2. Terapkan etika batuk dan bersin yang baik untuk menghindari penularan ke anak lain 3. Penelitian menunjukkan bahwa mencuci tangan dengan air sabun dapat menurunkan risiko pneumonia hingga 50 persen 4. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan metode yang efektif untuk melindungi bayi terhadap pneumonia dan penyakit menular lainnya 5. Minum air bersih dan matang serta menjaga kondisi sanitasi yang baik di rumah 6 cara paling efektif untuk melindungi anak terhadap pneumonia adalah vaksinasi. Pengobatan pneumonia pada anak

“Jika anak Anda terdiagnosis pneumonia, sebaiknya pengobatan dilakukan di rumah sakit karena pasien sering merasa sesak napas dan membutuhkan oksigen,” kata dr Wahyuni ​​​​lagi.

Oksigen dapat diberikan jika diperlukan. Dalam kasus yang parah, alat pernapasan (ventilator) dapat digunakan di unit perawatan intensif. Selama pengobatan, anak Anda mungkin juga akan diberikan antibiotik, cairan sesuai kebutuhan, dan nutrisi yang tepat, sedangkan penderita pneumonia tidak perlu rutin menggunakan inhalasi dan fisioterapi.

Gejala pneumonia pada anak harus dikenali sejak dini agar pengobatan dapat segera dimulai. Jika anak Anda mulai menunjukkan gejala serupa, jangan tunggu lagi untuk mengunjungi dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan masa depan anak Anda. 27 warga dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan gas yang bocor dari pabrik es.Sebanyak 27 warga di sekitar pabrik es di Jalan Ks Tubun, Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan. kebocoran gas. infosurabaya.com.co.id 6 Februari 2024