Jadi Pionir Video Pendek, Benarkah Pengguna Mulai Bosan dengan Inovasi Tiktok?

Jadi Pionir Video Pendek Benarkah Pengguna Mulai Bosan Dengan Inovasi Tiktok Daec4e9.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pertumbuhan Tiktok yang beberapa tahun terakhir konon pesat, kini stabil dan dikatakan lebih baik, bahkan mengejutkan. Publikasi AS, Gizmodo, melaporkan bahwa alasannya adalah para penggunanya mulai bosan dengan “revolusi” aplikasi China yang tidak semenarik sebelumnya.

“TikTok masih menjadi bisnis media sosial dengan pertumbuhan tercepat, namun pertumbuhan lalu lintasnya melambat,” kata analis media sosial senior dan intelijen orang dalam Jasmine Enberg kepada Gizmodo, Selasa (6/2/2024).

Jasmine menjelaskan bahwa video pendek tersebut memiliki pendapatan iklan yang terbatas dan mengubahnya menjadi video yang lebih panjang untuk membantu meningkatkan pendapatan iklannya. Tapi TikTok adalah pionir pertukaran video kecil-kecilan. Inilah yang menempatkan ‘menyimpang’ dalam risiko dengan menggunakannya sebagai lelucon.

“Tapi Tiktok adalah pionir pertukaran video pendek, dan (pengembangan) mengambil risiko demi nilainya sendiri, yaitu fun, fun,” kata Jasmine.

Gizmodo mengatakan dalam laporannya bahwa TikTok telah mengisi aplikasinya dengan fitur-fitur yang tidak disukai pengguna. TikTok dikatakan mendorong konten yang mengurangi nilai penggunanya yang mencari di TikTok saat menjelajahi media sosial.

Contoh yang disebutkan adalah toko TikTok. Perusahaan ini mengembangkan bisnis e-commerce-nya sedemikian rupa sehingga pengguna kehilangan orisinalitas TikTok. Sekarang katanya iklan di Tik Tok sudah penuh. Faktanya, para produser video organik kini mengharapkan bagian dari keuntungan tersebut.

Aplikasi ini masih menguji fitur-fitur baru yang menggunakan AI untuk mengidentifikasi produk secara rutin dan mengubah video apa pun menjadi iklan. Selain itu, untuk bersaing dengan YouTube, TikTok bersiap mengizinkan pengguna mengunggah video berdurasi 30 menit dan memutar konten vertikal alih-alih format vertikal aplikasi.

Berdasarkan statistik, pengguna mulai meninggalkan Tik Tok, terlihat dari peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan (MAU), yakni pengguna aktif bulanan, yang bukan sesuatu yang istimewa. Aplikasi berbagi video dikabarkan mulai lepas landas karena adanya TikTok Store. Dari segi jumlah download, Tiktok masih unggul. Namun, mereka akan puas di posisi kelima di MAU.

Di Indonesia, seperti diketahui, masa uji coba toko tikok yang bergabung dengan tikopedia diminta oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kementerian Perdagangan memberi waktu tiga hingga empat bulan untuk pengalihan bisnis dari TikTok Store ke Tokopedia. Dan itu dikatakan dipatuhi.

“Perlu diubah karena kita diberi waktu 3-4 bulan, nasabah harus pindah, urusan dan banyak hal yang harus diurus. Akan tetap mengikuti aturan,” kata Essie Karim, direktur departemen perdagangan Star, seperti dikutip di situs Kementerian Perdagangan.