Menteri Trenggono Sebut Turki Minat Investasi di Indonesia, Sasar Budidaya Tuna

Menteri Trenggono Sebut Turki Minat Investasi Di Indonesia Sasar Budidaya Tuna 1f86428.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Liputan6.com, Menteri Kelautan dan Perikanan Jakarta Sakti Wahyu Trenggono mengundang investor untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu lampu hijaunya adalah investor Turki disebut-sebut tertarik berinvestasi di sektor budidaya tuna.

Trenggono mengatakan, permintaan sektor perikanan di Indonesia sangat tinggi. Satu hal yang menurutnya sudah ia kuasai adalah tuna. Di sini sudah ada investor asal Turki yang berminat mengembangkan di Biak, Papua.

“Budidaya tuna salah satu yang kami tawarkan, sebentar lagi kami akan datang dari Turki untuk berinvestasi di Biak,” kata Trenggono di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (5/2/2024).

Namun, dia tidak membeberkan nilai investasinya. Ia hanya mengatakan jika investor Turki masuk maka bisa memperkuat posisi Indonesia di sektor budidaya tuna.

“Jika itu bisa terwujud, Indonesia juga akan menjadi salah satu kawasan investasi budidaya tuna,” ujarnya.

Bicara potensi, Trenggono mengatakan, nilai pasar produk udang di Indonesia pada tahun 2023 sebesar $60,4 miliar. Jadi alga memiliki potensi pasar sebesar $16,7 miliar. Jadi, nilai pasar ikan nila adalah 13,9 miliar USD.

Selain itu, produk kepiting di Indonesia pada tahun 2023 mencapai $879 miliar, dan lobster mencapai $7,2 miliar.

Ia mengatakan, melihat sektor ini, potensi yang ditawarkan kepada investor tidak hanya terbatas pada perikanan saja. Namun dari segi pemanfaatan ikan ini, Indonesia mempunyai keunggulan.

“Jadi bukan hanya soal ikan saja, ikannya belum siap, karena jenisnya berbeda-beda, minimal ada 5 yang ingin kita kuasai untuk menjadi juara,” ujarnya.

“Konsumsi ikan dalam negeri mencapai 13 juta ton per tahun segala jenis, saya kira kita masih impor seperti salmon,” lanjutnya.

Woo Investor

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggano mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Ia pun berjanji akan diberikan insentif oleh pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Trenggono di hadapan para duta besar negara sahabat. Diketahui pula banyak pengusaha, baik lokal maupun internasional, yang hadir dalam forum tersebut.

“Saya mengundang para duta besar negara sahabat dan investor yang terhormat untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia,” kata Trenggono pada Indonesia Maritime and Fisheries Business Forum 2024 di Jakarta, Senin (5/2/2024).

Menteri Trengono menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan berbagai sumber daya. Mulai dari kemudahan perizinan bagi investor, insentif, hingga sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan dan stabilitas lingkungan politik, koneksi dan sumber daya manusia terampil seperti pekerja,” jelasnya.

Berdasarkan berbagai hal yang telah disiapkan, ia berharap investor dapat mempertimbangkan berbagai fasilitas tersebut. Tujuannya untuk mengembangkan industri maritim dan perikanan dalam negeri.

“Kami berharap peluang investasi ini dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh seluruh investor untuk membangun industri kelautan dan perikanan Indonesia yang progresif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” desaknya.