Waspadai Gangguan Ginjal Akut, Dokter Minta Orang Tua Lakukan Hal Ini jika Anak Sakit

Waspadai Gangguan Ginjal Akut Dokter Minta Orang Tua Lakukan Hal Ini Jika Anak Sakit 31aea42.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Suara.com – Meningkatnya kasus gangguan ginjal akut yang misterius belakangan ini membuat para orang tua panik dan khawatir penyakit tersebut akan menyerang anaknya. Apalagi banyaknya pemberitaan di media sosial membuat mereka semakin panik dan khawatir.

Melihat hal tersebut, dokter anak Dr. S T Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A. menyarankan para orang tua untuk tidak panik dengan penyakit ini. Ia juga mengatakan agar orang tua berusaha untuk tidak terpengaruh dengan berbagai berita bohong yang bermunculan di Internet.

Sedangkan untuk informasi resminya, para orang tua dapat melihat berita-berita yang dikirimkan oleh pemerintah dan berbagai lembaga yang menangani isu terkini penyakit ginjal akut misterius. Ilustrasi merawat anak yang sakit (shutterstock)

“Jangan percaya dengan berita yang muncul di online tanpa sumber yang jelas. Orang tua bisa menunggu kabar dari pemerintah, BPOM, dan IDAI. Jangan panik karena pada dasarnya ini membantu orang tua,” jelas dr Andreas saat dihubungi Suara.com, Sabtu. (22.10.2022) kemarin.

Dokter Andreas mengatakan, karena tidak ada gejala spesifik anak mengalami masalah ginjal akut yang misterius, maka hal tersebut seharusnya tidak menjadi masalah. Orang tua juga dapat saling berkonsultasi untuk mendapatkan informasi yang jelas dan ringkas.

“Selama tidak ada gejala gangguan ginjal akut tidak apa-apa. Bisa juga bertanya dan berkonsultasi ke dokter tidak apa-apa,” lanjut dr Andreas.

Selain itu, ketika anak mengalami batuk atau pilek, orang tua dapat melakukan beberapa langkah awal sebelum memberikan obat. Beberapa langkah atau tips pertolongan pertama jika anak pilek dan batuk antara lain: Berikan cairan yang banyak, bisa berupa ASI (jika masih bayi), susu (jika di atas 2 tahun), air putih, dll. . Memberikan kehangatan pada anak Untuk anak misalnya, suhu ruangan diatur minimal 26 derajat Celcius. Posisi tidur dengan kepala lebih tinggi dari badan. Jika masih bayi, orang tua bisa menyimpannya, jika anak ingin diberikan obat disarankan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu dan tidak membelinya sembarangan.

Jika suhu tubuh anak lebih dari 37,6 derajat Celcius, orang tua dapat melakukan beberapa tindakan pertolongan pertama. Namun, dr Andreas menegaskan, jika anak mengalami kejang, dehidrasi, atau kesulitan bernapas, orang tua bisa segera membawanya ke dokter.