Hari Pers Nasional, BKKBN Ajak Wartawan Jadi Penyuluh Kesehatan Masyarakat

Hari Pers Nasional Bkkbn Ajak Wartawan Jadi Penyuluh Kesehatan Masyarakat Cf3f965.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Liputan6.com, Hari Pers Nasional di Jakarta diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Februari. Memperingati Hari Pers Nasional tahun ini, BKKBN menggelar bakti sosial dan pengobatan gratis. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 2 Februari 2024 bekerjasama dengan Persatuan Jurnalis Kulon Progo di Joglo Sasana Puspita Budaya, Desa Banjaran, Hargomulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini juga merupakan kegiatan promosi sekaligus komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana (Bangga Kencana) dan pencegahan stunting.

Menurut Kepala BKKBN Hasto Vardoyo, pers bisa menjadi pelatih yang mengedukasi masyarakat.

“Press Day seharusnya menjadi hari yang mengedukasi masyarakat. Sebab peran pers juga bersifat informatif dan mendidik. Pendidikan tentang kesehatan, pemberian informasi tentang keadaan tubuh. “Banyak orang yang merasa sehat ternyata mengalami kendala setelah dilakukan pemeriksaan,” kata Hasto dalam siaran persnya, Jumat (2/9/2024).

Biasanya, lanjut Hasto, jika tidak ada bakti sosial, masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan diri ketika sakit.

“Dengan adanya bakti sosial ini, (penduduk yang sakit) perlu lebih cepat teridentifikasi,” kata Hasto.

Saat menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, Hasto menemukan salah satu warga rombongan berisiko melahirkan anak dengan keterlambatan tumbuh kembang.

“Saya tunggu ada yang periksa, lalu saya tunggu dan ternyata hemoglobinnya hanya 8,9. Artinya dia menderita anemia. Setelah saya tanya, anak-anak itu kembar. “Kalau dia tidak punya KB, hamil lagi pasti bayinya lebih kecil,” jelasnya.

Oleh karena itu, media berperan strategis tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga sebagai motivasi mitra untuk berkontribusi, kata Hasto.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan inovasi dan kreativitas pada nutrisi anak sebagai kunci untuk memberikan mereka pola makan yang seimbang.

“Sangat penting untuk menyajikan makanan yang disukai anak-anak. Termasuk kemasan yang disukai anak-anak. Saya pikir itulah kuncinya.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Jurnalis Kulon Progo Asrul Sani dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati Hari Pers Nasional tahun 2024. Acara puncaknya pada Rabu, 7 Februari di SMAN 1 Watt.

Dalam sejarahnya, Hari Pers Nasional atau HPN bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Keputusan penetapan HPN pada hari ulang tahun PVI kemudian ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985, demikian Liputan6.com Daerah.

PWI merupakan organisasi jurnalisme pertama di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta.

PWI didirikan dengan tujuan untuk mempertemukan seluruh perwakilan pers Indonesia dalam satu forum. Hal ini tidak terlepas dari kondisi profesi jurnalistik yang cukup baik saat itu.

Profesi jurnalis saat itu merupakan profesi yang terhormat, karena tidak hanya bekerja, namun juga mengemban misi perjuangan, serta tekad menjaga kemerdekaan Indonesia. Saat itu jurnalis menjalankan peran ganda, yakni sebagai jurnalis dan aktivis.

Setelah terbentuknya PWI, lahirlah Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS). Saat itu, surat kabar masih menjadi sarana utama penyampaian informasi kepada masyarakat luas.

Bertahun-tahun kemudian, PWI menyelenggarakan Kongresnya yang ke 28 di Padang pada tahun 1978. Pada kongres inilah muncul gagasan Hari Pers Nasional.

Salah satu tokoh pers dan bapak pers Indonesia adalah Tirto Adhi Soorjo atau Raden Mas Jokomono Tirto Adhi Soorjo. Memulai karirnya pada tahun 1901 dengan mendirikan Soenda Berita, Tirto Adhi mendirikan perusahaan penerbitan pertama di Indonesia: N.VJavaansche Boekhandel en Drukkerij en Handel di Schrijfboeten Medan Prijaji.

Percetakan ini didirikan atas kerja sama Haji Muhammad Arsjad dan Pangeran Osman. Surat kabar yang diterbitkannya: Soenda Berita (1903-1905), Medan Prijaji (1907) dan Putri Hindia (1908).

Pada tahun 1973, Dewan Pers Indonesia mengangkat Tirto Adhiye sebagai Bapak Pers Nasional. Sesuai Keppres RI Nomor 85/TK/2006, Tirto menjadi pahlawan nasional, pelopor kemerdekaan.

Sementara itu, Hari Pers Nasional tahun 2024 kali ini diperingati dengan serangkaian acara di Jakarta, mulai dari workshop, Anugerah Kebudayaan Indonesia hingga Anugerah Jurnalistik Adinegoro.

Hari Pers Nasional tahun 2024 mengusung tema “Melindungi peralihan kepemimpinan nasional dan menjaga keutuhan bangsa”. Topik ini dipilih dalam konteks Partai Demokrat dalam suasana pemilu 2024.

Dengan tema tersebut diharapkan insan pers tetap menjunjung tinggi keutuhan bangsa dalam situasi politik saat ini.