Ahli Gizi Sarankan Orang Tua Sajikan Buah untuk Anak Tanpa Campuran Apa Pun

Ahli Gizi Sarankan Orang Tua Sajikan Buah Untuk Anak Tanpa Campuran Apa Pun 6baf6d1.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengatakan sebaiknya anak diberikan buah-buahan tanpa dicampur dengan makanan lain agar anak bisa menikmati buah apa adanya.

Hal tersebut dijelaskan Tan saat menjawab pertanyaan tentang pemberian buah-buahan campur dan bahan lainnya, seperti es krim atau yogurt untuk anak.

“Tujuan kita memberi makan pada anak bukan hanya karena anak bisa makan, gizinya bagus, tapi anak ini juga punya rencana. Artinya, dia akan menentukan perasaannya dan apa yang diinginkannya. Makanan favoritnya,” kata Tan di pengumuman bertajuk “Yang Termanis”. Anak, Bukan Makanan dan Minuman” demikian postingan akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu.

Ia meyakini praktik makan buah atau sayur yang dicampur bahan lain merupakan cara makan yang diadopsi dari luar negeri, akibat globalisasi.

“Sekarang banyak yang makan sayur jenis bule. Ya pakai mayonaise, pakai pulau seribu,” tuturnya.

Dijelaskannya, ketika anak sering diberikan buah yang dicampur bahan lain, maka anak akan merasa terdorong untuk memakan buah tersebut dengan cara tertentu. Misalnya, buah-buahan sebaiknya dimakan dengan yogurt atau dijadikan salad.

“Oleh karena itu, anak-anak tidak menyadari waktu makan buah. Bahkan, kebiasaan ini diturunkan kepada orang dewasa,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan konsumsi buah sebaiknya tetap dalam jumlah sedang, tidak berlebihan.

“Misalnya semua orang boleh makan durian, tapi kalau durian itu mukbang atau makan banyak ala Korea. Satu buah, tidak satu potong. Ya, makin melemah, ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan sebaiknya konsultasi ke dokter mengenai konsumsi buah-buahan agar tidak terjadi masalah seperti tekanan darah dan diabetes.