Istana Bangsa Sumeria Ditemukan di Tengah Padang Pasir

Istana Bangsa Sumeria Ditemukan Di Tengah Padang Pasir E395f1c.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

JAKARTA – Para arkeolog berhasil menemukan istana kerajaan Sumeria di gurun Irak. Situs ini diperkirakan berusia 4.500 tahun dan memegang kunci salah satu peradaban terbesar dalam sejarah manusia.

Sejak tahun 2015, tim arkeolog yang terkait dengan British Museum telah menggali situs yang sebelumnya dikenal sebagai Tello, tempat kota kuno Girsu pernah berdiri, di dataran selatan Irak.

Sumeria Kuno

Sumeria kuno sering disebut-sebut dalam sejarah sebagai peletakan dasar peradaban modern, dan penggalian baru-baru ini di Girsu menghidupkan era tersebut, lapor Greek Reporter, Rabu (02/07/2024). Dari 3500 hingga 2000 Jalan. Kr. Sumeria dikenal luas karena menciptakan bahasa tertulis pertama dan menerapkan kode hukum tertulis pertama di dunia.

Kontribusi mereka terhadap seni, agama, ilmu pengetahuan, matematika, arsitektur dan organisasi sosial memberikan dasar bagi perkembangan peradaban lain di wilayah subur Mesopotamia dan sekitarnya.

Pentingnya kota ini terkenal

Kota Girsu tidak hanya menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Sumeria, tetapi juga salah satu pemukiman pertama yang pernah didirikan.

Istana dan kuil Sumeria ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Dr. Sebastien Rey, kurator di British Museum dan pakar peradaban Mesopotamia kuno. Ia menyebutnya sebagai tengkorak peradaban dan salah satu situs warisan terpenting dunia.

Skema Irak

Pada tahun 2015 British Museum, Getty dan Dewan Warisan Budaya dan Warisan Negara Irak mulai mendanai inisiatif kolaboratif untuk menggali situs Girsu.

British Museum telah mengembangkan skema untuk Irak yang mencakup program ini untuk membantu melestarikan situs budaya di Irak dan Suriah yang berisiko mengalami kehancuran.

Penemuan terbaru Girsu

Penggalian baru-baru ini di situs arkeologi besar ini menunjukkan bahwa situs tersebut tetap tak tersentuh selama hampir satu abad sebelum penjelajah British Museum tiba.

Karena lebih dari 100.000 tablet paku telah ditemukan selama berbagai penggalian di kota Girsu, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1877 oleh arkeolog Prancis Ernest de Sarzec, tidak jelas apakah situs tersebut berisi artefak penting lainnya. Konflik yang berkepanjangan di kawasan ini pada abad ke-20 juga membuat masyarakat umum resah.

Namun tujuan menemukan bangunan pusat dan utama Girsa tercapai. Peluang baru bagi para arkeolog di Girsi muncul dengan munculnya peralatan pengintaian udara.

Pada tahun 2022 Citra drone mengungkap artefak yang sebelumnya tak terlihat terkubur di bawah permukaan. Penggalian selanjutnya di permukaan tanah mengungkap batu bata tanah liat Istana Penguasa Raja, yang menunjukkan bahwa bangunan pusat kota megah Girsu akhirnya ditemukan.

Dari penggalian reruntuhan abad ke-19, peneliti menemukan lebih dari 200 tablet runcing. Dokumen-dokumen ini akhirnya menjadi catatan administratif rinci tentang kehidupan kota.