Infosurabaya.com – Jawa Timur“>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten dan Kota Kediri, Minggu (25/1/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Jatim memperkuat transformasi pendidikan.
Puluhan sekolah yang direvitalisasi tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari SMKN 2 dan SMKN 3 Kediri, SMAN 1 Pare, SMAN 1 Grogol, SMAN 2 Kota Kediri, SMAN 5 Taruna Brawijaya, hingga SLB Negeri Kandat dan SLB Dharma Wanita Grogol. Revitalisasi mencakup perbaikan infrastruktur sekolah negeri dan swasta.
Khofifah menegaskan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ruang tumbuh karakter dan masa depan generasi muda. “Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki gedung, tetapi meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya dalam sambutannya, Selasa (27/1/2026).
Ia menekankan, rehabilitasi sekolah negeri dan swasta merupakan wujud komitmen Pemprov Jatim terhadap prinsip keadilan dalam ekosistem pendidikan. Menurut Khofifah, sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Di manapun siswa bersekolah, mereka berhak mendapat lingkungan belajar yang layak dan bermutu,” kata Khofifah.
Gubernur juga mengingatkan bahwa perbaikan fisik harus diiringi dengan perubahan cara mengajar, cara belajar, dan kepemimpinan sekolah. Momentum revitalisasi ini, lanjutnya, perlu dimanfaatkan untuk memperkuat budaya inovasi dan kolaborasi di lingkungan pendidikan.
Pemprov Jatim berharap lingkungan belajar yang lebih nyaman dapat mendorong peningkatan prestasi siswa sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Jawa Timur. Program ini, kata Khofifah, sejalan dengan target jangka panjang menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengapresiasi pendidikan–jatim/” title=”Dinas Pendidikan Jatim”>Dinas Pendidikan Jatim yang mengusung program Jatim Cerdas dengan slogan “Pendidikan berdampak mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing” sejak awal 2026.
Selain peresmian, Khofifah juga meninjau praktik ketahanan pangan sekolah di SMKN 1 Plosoklaten. Ia menilai pelibatan siswa dalam kegiatan peternakan dan budidaya tanaman produktif menjadi model pembelajaran kontekstual yang membentuk kompetensi, karakter, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan industri. ((Red))
- Dipublikasi Pada 27 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 27, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
