Inul Daratista Murka! Disebut Orang Terkaya Ke-5 di Indonesia

Inul Daratista Murka Disebut Orang Terkaya Ke 5 Di Indonesia 48e5918.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Jakarta – Inul Daratista, salah satu selebriti Tanah Air, baru-baru ini mengaku kaget saat otoritas pajak menobatkannya sebagai salah satu dari lima orang terkaya di Indonesia. Dalam podcastnya bersama Deddy Corbuzier, Inul Daratista mengungkapkan keterkejutannya atas gelar yang diberikan.

Pasalnya, penyanyi dangdut itu merasa pantas jika masuk dalam daftar lima orang terkaya di Indonesia, apalagi jika dibandingkan dengan perusahaan besar seperti yang membeli rokok dari bank. Gulir ke bawah untuk melihat cerita lengkapnya.

Menurutnya, pasal tersebut tidak ada gunanya mengingat sumber pendapatan dan kekayaannya tidak sama dengan mereka yang punya usaha besar dan mereka yang berpenghasilan jutaan.

“Saya jadi penasaran dengan wajib pajak, lima orang terkaya itu artis seperti saya, padahal lima orang terkaya itu sepertinya menyayangkan, seperti mereka yang merokok, mereka belum mendapat uang miliaran.” Kata Inul Dartista di YouTube Deddy Corbuzier pada Selasa 23 Januari 2024.

“Nah, gimana caranya aku masuk lima besar? Maklum, aku Inul Daratista yang cuma lead nyanyi,” imbuhnya.

Penyanyi dangdut berusia 45 tahun itu menjelaskan, dirinya terbilang terkejut mengingat ia merupakan satu-satunya penyanyi yang memiliki penghasilan dari dunia hiburan, khususnya dari karir musiknya.

Inul menilai lebih masuk akal membandingkan artis, dibandingkan pengusaha yang punya uang miliaran dolar.

(Dibandingkan artis) masih terasa bisnisnya, entahlah, besar. “Saya kaget dengan wajib pajak, saya minta maaf kepada wajib pajak,” kata Inul lagi.

Inilah sebabnya istri Adam Suseno tak suka jika disebut sebagai salah satu dari lima orang terkaya di Indonesia.

“Apakah saya tidak takut jika buku itu membandingkan saya, jika bagus, jika bagus, jika saya menyukai orang kaya dengan rokok besar dan bank besar seperti saya?” dia menyimpulkan. Pajak hiburan di Bali sudah turun di bawah 40 persen, Menteri Dalam Negeri Tito mengungkap buktinya.