Kemendikbudristek: Kompetensi Rendah akan Digantikan Mesin

Kemendikbudristek Kompetensi Rendah Akan Digantikan Mesin 639451b.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

REPUBLIKA.CO. Hal ini perlu dilakukan karena kita melihat keterampilan tingkat rendah akan segera tergantikan oleh mesin.

Karena yang keterampilannya rendah akan digantikan oleh mesin. Makanya kita bilang kita harus beralih ke keterampilan yang menengah,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian. Pendidikan. . Kebudayaan, Kiki Yuliati pada konferensi di Jakarta, Kamis (25 Januari 2024).

Kiki mengatakan, akan sia-sia jika lulusan hanya siap bekerja, melakukan tugasnya tanpa memiliki kemampuan memecahkan masalah dan berinovasi. Jika demikian, maka ketika seorang mahasiswa pascasarjana bekerja di industri, ia tidak dapat maju di industri tersebut.

“Tapi kalau dia masuk industri, masuk perusahaan, kerja, lalu dia mampu berpikir, mampu berinovasi, dia punya ide bagaimana melakukannya dengan baik, itu akan sangat penting bagi perkembangan industri. itu sendiri, dan dia bukan satu-satunya yang melakukan pekerjaan berulang-ulang,” jelas Kiki.

Ia menambahkan, tingkat kemampuan dan kemampuan yang paling tinggi adalah kemampuan berpikir. Siswa SMK harus mampu belajar berpikir dan belajar. Pasalnya, perkembangan dunia industri terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.

“Cara kerjanya di tahun 2023 seperti ini, lalu di tahun 2025 ketika cara kerjanya berubah, dia bisa bekerja dengan cara yang baru karena dia bisa belajar sendiri, karena dia bisa berpikir, dan yang terpenting dia mampu. untuk berkontribusi kepada masyarakat”.

Untuk mencapai hal tersebut, kata dia, perlu adanya upaya yang lebih baik dalam pendidikan di sekolah. Guru dan dosen harus terampil, mempunyai pengetahuan yang baik dan peralatan laboratorium yang baik. Siswa juga harus siap menghadapi tugas-tugas yang menantang.

“Sekarang kita pindah ke sana, kita mulai pindah ke sana dan kita dorong kalau misalnya ada universitas. Sampai saat ini kita punya program pendanaan, kita perintahkan program pendanaan itu hanya memberikan ide ke universitas, dari sekolah, yang mengarah ke inovasi”, jelasnya.