Dari Desa, Pria Ciamis Membangun Bisnis Kayu Olahan Hingga Ekspor ke 17 Negara

Dari Desa Pria Ciamis Membangun Bisnis Kayu Olahan Hingga Ekspor Ke 17 Negara 29729af.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

Liputan6.com, Ciamis – Tekad yang kuat, ketekunan, dan keberanian mengambil risiko membawa kesuksesan bisnis pria ini. Adalah Yudi Eko Santosa yang memutuskan meninggalkan pekerjaannya untuk membangun bisnis penggergajian kayu.

Di bawah bendera PT Kaytama Sentra Delta yang berlokasi di Jalan Cigayam, Sukasari, Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, produk Indonesia telah memasuki pasar ekspor di banyak negara.

Yudi menceritakan, ia mulai membangun usahanya pada tahun 2014 setelah memutuskan berhenti dari pekerjaannya setelah bekerja selama 17 tahun di Peru.

“Saya putuskan untuk berhenti dan keluar dari zona nyaman untuk memulai usaha,” jelasnya di Ciamis, Jumat, 26 Januari 2024 saat mengunjungi beberapa jurnalis.

Ia memilih bisnis pabrik di Majenang, Jawa Tengah bersama salah satu rekannya. Dalam perjalanannya, ia melihat besarnya perdagangan bahan baku yang hanya bisa diolah dan dijual di wilayah Ciamis.

Dibangun hanya oleh dua orang, Kaytama memiliki 13 karyawan. “Kami punya rencana dan ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga belajar sendiri cara mengekspor untuk memperkenalkan produknya ke pasar dunia. Untungnya, ia masih bisa membawa produknya ke 17 negara, di mana ia memiliki 35 pelanggan. Semuanya dilakukan di kantornya di kampung halamannya.

“Alhamdulillah, kami telah mengirimkan pohon gergajian ke berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Korea Selatan, USA, Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, Perancis, Slovakia, Yunani, Ukraina, China, Vietnam, Singapura, Taiwan dan UAE. “

Bahkan, bisnisnya bisa terus berkembang hingga memiliki 3 unit bisnis dengan pendapatan tahunan sebesar USD 2,79 juta (setara Rp 44 miliar) pada tahun 2023.

“Saya punya prinsip Ndeso Rasa Bule yang bisa diterjemahkan, meski di tempat yang jauh dari kota Jakarta.”

Saat ini produk Kaytama berkisar dari Exterior Flooring (R1F/E4E/Groove/AntiSkid), Structural Timber (Glue Laminated & Plywood), Solid Timber (Finger Laminated Timber) dan Hardware (Laminated Scantlings, Beams, Door Jambs & Frames).

Pabrik pengolahan kayu Kaytama dilengkapi dengan sistem pemeriksaan kayu (SVLK) No. : 0133-VLK-MMS-017- Simbol IDN dan SVLK. : VLHH-32-09-0004. Kaytama bahkan telah menjadi perwakilan resmi perusahaan Australia.

Dalam perjalanannya membangun usahanya, ia mengaku sangat berterima kasih kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI yang telah membantunya mengembangkan usahanya dengan memberikan pinjaman sebagai modal.

BNI pertama kali memberikan bantuan pinjaman awal sebesar Rp150 juta pada tahun 2014, saat perusahaan baru berdiri.

Tak hanya memberikan pinjaman, BNI juga membuat program yang dirancang untuk membantu UMKM go global yaitu BNI Xpora. Dari BNI Xpora, Yudi mendapat bonus berupa informasi calon pembeli di luar negeri.

Kaytama dapat terhubung dengan pembeli internasional melalui kegiatan bisnis yang dihadirkan oleh BNI Expora melalui jaringan kantor BNI di luar negeri.

“Sebagai perusahaan yang mengekspor barang ke luar negeri, kami sangat terbantu dengan hadirnya BNI Expora, dimana kami bisa mendapatkan informasi apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan pembeli luar negeri,” ujarnya.

Seiring berkembangnya usaha, Yudi diyakini akan kembali mendapat kredit. Baru-baru ini ia mendapat pinjaman sebesar Rp 1,5 miliar dari BNI.

“Saya didukung oleh BNI sejak tahun 2014, dan sekarang sudah 10 tahun, ini suatu kehormatan dan terima kasih untuk saya dan perusahaan saya. Ke depan, kami berharap dapat terus menerima dukungan dari BNI, untuk mencapai tujuan dan impian kami. ,” dia berkata. .

Dia tidak berhenti sekarang, dia bermimpi memiliki perusahaan sendiri di masa depan. “Impian kami punya pabrik yang memproduksi dan menggiling kayu. Rencananya kami akan membangun pabrik ini di Lamongan, Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BNI Banjar Yoli Rinadi mengatakan, BNI Expora merupakan salah satu inovasi dan perubahan yang dilakukan BNI untuk mendukung usaha kecil dan menengah memasuki pasar.

Dalam BNI Expora ini, BNI memperkuat kantor cabang luar negeri yang berlokasi di pasar bisnis seluruh dunia, seperti cabang Inggris, Singapura, Hong Kong, Seoul, New York, dan Osaka.

Kaytama merupakan salah satu mitra BNI di empat UMKM terbesar di Banjar. Kami yakin kisah sukses Kaytama dapat menjadi inspirasi bagi usaha kecil dan menengah lainnya di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.

“Kami sangat berharap keberhasilan Pak Yudi bisa menjadi contoh bagi masyarakat Banjar,” ujarnya.