Mahasiswa ITB Demo Rektor, Minta Pinjol untuk Biaya Kuliah Dihapus

Mahasiswa Itb Demo Rektor Minta Pinjol Untuk Biaya Kuliah Dihapus E243b95.jpg
Zehan
Zehan
Print PDF

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Lebih dari seratus (100) mahasiswa yang tergabung dalam keluarga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar aksi protes terhadap Rektor ITB di Gedung Rektorat Jalan Sulanjana, Bandung, Senin. 29/). 1/2024). Mereka menyerukan penghapusan program pinjaman online (pinjol) untuk biaya sekolah dan bunga siswa miskin.

Pukul 13.30 WIB, ratusan mahasiswa ITB berpindah dari kampus ITB di Jalan Ganesha menuju gedung pastoran ITB di Jalan Sulanjana. Sesampainya di depan gedung pastoran, mereka langsung berbaris dan menyampaikan keberatannya terhadap acara tersebut.

Kadang-kadang siswa menyanyikan lagu-lagu yang mengkritik pinjaman mahasiswa, yang hanya membuat keadaan menjadi lebih sulit bagi siswa. Pintu masuk gedung pastoran ditutup oleh petugas keamanan dan dijaga ketat oleh polisi.

Sejumlah perwakilan mahasiswa sempat berdiskusi dengan salah satu pegawai rektor. Mahasiswa diminta masuk dan berbicara dengan perwakilan rektor.

Namun para mahasiswa tersebut tidak bisa masuk dan bertemu dengan perwakilan rektor. Mereka ingin mendiskusikannya dengan pihak paroki.

Salah satu peserta kampanye mengatakan, masih banyak mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya satu kali (UKT). Ia menilai kebijakan UKT saat ini tidak adil. Dia juga mengkritik penggunaan pinjaman mahasiswa berbunga.

“Kacang pinus kurang baik untuk pelajar,” ujarnya, Senin (29/1/2024).

Ketua Kabinet KM ITB Muhammad Yogi Syahputra meminta rektorat membatalkan program pinjaman berbunga. Ia meminta pihak kampus memaksimalkan program beasiswa UKT dan kelonggaran atau biaya yang tidak dipungut biaya bagi mahasiswa.

“Hilangkan pengelolaan uang dalam bentuk pinjaman online yang membayar bunga,” ujarnya.