Infosurabaya.com – Sebanyak 82 orang telah melaporkan dugaan tindak pidana penipuan berkedok penjualan slot arisan ke SPKT Polda Jawa Timur, dengan nomor Laporan Polisi (LP) LP/B/7/1/2026/SPKT L/POLDA JATIM. Kasus ini bukan sekadar arisan bodong, melainkan penipuan yang menggunakan nama arisan sebagai sarana.
Robert Leonardua Lumban Gaol, S.H., kuasa hukum yang mewakili para korban, mengatakan bahwa pada hari ini mereka datang untuk memenuhi undangan tambahan pemeriksaan, namun meminta penundaan guna menyatukan data korban baru.
“Awalnya yang melapor sebanyak 151 orang, dan saat ini ada tambahan sekitar 40 orang lagi. Kami meminta agar semua korban dijadikan satu dalam proses hukum ini,” jelasnya saat ditemui di Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (26/1/2026) sore.
Baca Juga: Simak 4 Langkah Cermat Memilih Mobil Bekas dari OLXmobbi Untuk Cegah Penipuan
Menurut Robert, modus operandi yang digunakan oleh tersangka adalah menjual slot arisan yang diklaim dimilikinya dari sebuah arisan tanpa nama, yang hanya diumumkan melalui cerita WhatsApp dengan format “Saya jual slot arisan sekian dibayar sekian”. Satu slot bahkan diduga dibeli oleh beberapa orang sekaligus.
“Uang yang ditransfer oleh korban di awal digantung oleh terlapor, sehingga mereka didorong untuk membeli slot dengan nilai lebih tinggi. Alih-alih menerima uang sesuai dengan slot yang dibeli, korban hanya diberikan sebagian selisih yang dijadikan sebagai daya tarik agar tetap berpartisipasi,” ujar Robert.
Penipuan tersebut dimulai pada pertengahan tahun 2025, dengan total kerugian yang telah diberikan kuasa hukum mencapai sekitar Rp5 miliar. Kerugian per korban berkisar antara Rp6 juta hingga Rp530 juta per orang.
Terlapor dalam kasus ini adalah NS (inisial terlapor), seorang perempuan yang bekerja sebagai pengusaha penjual baju bekas dan trifting daster. Kasus penipuan ini sedang ditangani oleh bidang Pidana Umum (Pidum) pada unit terkait.(Kdm)
- Dipublikasi Pada 28 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 28, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
