infosurabaya.com-PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat komunikasi dengan pengguna jasa melalui sosialisasi proses bisnis operasional impor bersama Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur.
Kegiatan yang digelar di Ruang Toba TPS, Kamis (10/9/2026), tersebut diikuti 85 anggota GINSI Jawa Timur. Sosialisasi menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pelanggan yang berlangsung setiap September.
TPS menghadirkan narasumber dari internal perusahaan, Bea Cukai Tanjung Perak, serta Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur. Kolaborasi tersebut membahas berbagai tahapan yang berkaitan dengan kelancaran proses impor di terminal petikemas.
Para importir mendapatkan penjelasan mulai dari persiapan pembongkaran petikemas, proses discharge dan delivery, hingga pengajuan layanan melalui platform digital TPS.
Materi juga mencakup prosedur pemeriksaan yang melibatkan otoritas kepabeanan dan karantina. Di antaranya mekanisme behandle fisik, joint inspection, pemeriksaan X-Ray, serta layanan karantina seperti Direct Behandle Karantina, Yard Behandle Karantina, fumigasi, hingga pemeriksaan kulit mentah garaman.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk mendekatkan diri dengan pengguna jasa sekaligus menyamakan pemahaman mengenai proses operasional di terminal.
“Bulan Pelanggan menjadi momentum bagi TPS untuk lebih dekat dengan pengguna jasa sekaligus membangun kesamaan pemahaman terkait proses bisnis operasional di terminal,” ujar Erika.
Menurut dia, informasi mengenai alur layanan yang melibatkan TPS, Bea Cukai dan Karantina penting dipahami importir agar setiap tahapan dapat dipersiapkan dengan baik.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menghadirkan informasi yang utuh mengenai layanan yang melibatkan TPS, Bea Cukai dan Karantina sehingga pengguna jasa dapat memahami alur proses secara menyeluruh dan memanfaatkan layanan yang tersedia secara optimal,” katanya.
Erika menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan layanan logistik yang efisien, transparan, serta memberikan kepastian bagi pengguna jasa.
“Kehadiran Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sinergitas layanan,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi antara terminal, otoritas terkait dan para importir. Dengan demikian, proses pengeluaran barang dari pelabuhan dapat berjalan lebih lancar dan mendukung kelancaran rantai pasok nasional.
Sebagai terminal petikemas yang melayani perdagangan internasional dan domestik, TPS terus mendorong peningkatan kualitas layanan dengan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi secara berkala juga menjadi bagian dari upaya TPS meningkatkan pemahaman pengguna jasa terhadap prosedur layanan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem logistik yang semakin terintegrasi dan berdaya saing.(bro)
- Dipublikasi Pada 13 September 2026
- Baru Saja di Update Pada September 13, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

