Portal Berita Surabaya

Hebat, Binaan Bank Indonesia, Teh Gambyong Kemuning Raup Omzet Rp300 Juta Lebih per Bulan

Portal Berita Surabaya

infosurabaya.com.KARANGANYAR – Hamparan kebun teh di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi awal perjalanan Eko Wuryanto membangun Teh Gambyong Kemuning.

Dari usaha rumahan bermodal Rp8 juta pada 2012, Teh Gambyong kini tumbuh menjadi produk teh lokal yang mulai dikenal di berbagai daerah.

Omzetnya pun terus berkembang. Jika pada 2023 masih berada di kisaran Rp85 juta per bulan, kini Teh Gambyong mampu membukukan omzet sekitar Rp250 juta hingga Rp300 juta setiap bulan.

Di balik pertumbuhan itu, ada proses panjang yang dijalani Eko. Salah satunya melalui pendampingan Bank Indonesia yang membantu Teh Gambyong mengembangkan produksi sekaligus memperluas akses pasar.

Pendampingan tersebut mencakup pengembangan produksi, peralatan, promosi hingga membuka kesempatan mengikuti berbagai pameran.

Bagi Eko, dukungan tersebut menjadi salah satu pintu bagi Teh Gambyong untuk bertemu dengan pasar dan calon mitra baru.

Salah satunya melalui Java Coffee & Flavors Fest atau JCFF 2026 di Surabaya pada Juli lalu.

Dari pameran tersebut, Teh Gambyong mendapatkan buyer dari Boyolali yang kini memesan sekitar 3.000 pieces produk setiap hari.

Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp6 juta per hari.

“Unik juga, mitra kami dari Boyolali justru bertemu di Surabaya. Dari satu buyer saja, setiap hari kami bisa mendapatkan sekitar Rp6 juta,” ujar Eko kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bagaimana pendampingan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga membuka jalan menuju pasar yang lebih luas

Berawal dari 50 Kilogram Teh per Bulan
Jauh sebelum omzetnya mencapai ratusan juta rupiah, perjalanan Teh Gambyong dimulai dari skala yang sangat kecil.
Eko yang sebelumnya bekerja di perusahaan teh sejak 2010 melihat potensi besar perkebunan teh di lingkungan tempat tinggalnya.

Kemuning tidak hanya memiliki perkebunan teh, tetapi juga berkembang menjadi kawasan wisata.

Wisatawan yang datang kemudian menjadi bagian dari peluang pasar. Mereka tidak hanya menikmati pemandangan kebun teh, tetapi juga tertarik membeli teh produksi lokal dan melihat proses pengolahannya.

“Teh itu salah satu kebutuhan yang hampir setiap hari dikonsumsi masyarakat. Kebetulan lingkungan tempat saya tinggal juga berada di kawasan perkebunan teh,” kata Eko.

Pada awal berdiri, produksi Teh Gambyong hanya sekitar 50 kilogram per bulan.
Produk yang dihasilkan pun belum selalu habis terjual.

Omzetnya saat itu hanya sekitar Rp300 ribu per bulan.

Eko kemudian memilih bertahan dan mengembangkan usaha secara bertahap.
Salah satunya dengan memperluas kemitraan bersama petani teh.

Dari yang awalnya hanya bekerja sama dengan lima hingga enam petani, kini Teh Gambyong bermitra dengan 26 petani yang mengelola lahan sekitar lima hektare.

Kebutuhan bahan bakunya juga meningkat hingga sekitar 50-60 ton teh basah dengan melibatkan sekitar 25 pemetik.

Bahan baku tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk dengan rendemen sekitar 22,5 persen.

Mulai dari teh hijau, teh hitam, teh putih hingga berbagai teh rempah seperti jahe, sereh, kumis kucing, ripan dan jati cina.

Mengangkat Karakter Teh Kemuning
Salah satu produk yang menjadi ciri khas Teh Gambyong adalah teh dengan karakter rasa menyerupai kopi.

Menurut Eko, karakter tersebut bukan berasal dari campuran kopi, melainkan karakter alami teh yang tumbuh di kawasan Kemuning.

Kondisi tanah dan sejarah perkebunan di kawasan tersebut turut memengaruhi karakter tanaman teh.

Pada masa kolonial Belanda, sejumlah area perkebunan di Kemuning juga pernah ditanami kopi.

Karakter lokal itu kemudian dipertahankan sembari Teh Gambyong terus melakukan inovasi.

Berbagai varian baru dikembangkan untuk mengikuti selera konsumen, mulai dari teh melati, jahe, sereh, mint, leci dan markisa hingga matcha dan teh putih.
Produk matcha bahkan mulai diminati sejumlah restoran di Jakarta.

Meski demikian, produksinya masih terbatas sekitar 15-20 kilogram per bulan.

Pertumbuhan usaha juga terlihat dari jumlah reseller.

Pada 2025, Teh Gambyong memiliki sekitar 235 reseller. Kini jumlahnya telah berkembang menjadi sekitar 620 reseller.
Eko berharap perkembangan tersebut menjadi langkah awal agar produk teh dari Kemuning bisa semakin dikenal di pasar nasional.

“Harapan kami, Teh Gambyong meskipun produk lokal bisa diterima secara nasional dengan kualitas yang mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Pasar Makin Luas, Produksi Masih Jadi Tantangan

Pertumbuhan Teh Gambyong ternyata juga menarik perhatian sejumlah pabrikan yang ingin mendapatkan pasokan teh hitam.
Namun, permintaan tersebut belum seluruhnya dapat dipenuhi.

Eko mengatakan produksi saat ini masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

“Kami sebenarnya sudah ada beberapa pabrikan yang ingin mengambil produk. Tetapi kebutuhan kami sendiri belum tercukupi, sehingga belum bisa menyuplai,” katanya.

Dari usaha rumahan dengan modal Rp8 juta, Teh Gambyong kini tumbuh bersama puluhan petani, pemetik dan ratusan reseller.

Pendampingan Bank Indonesia turut menjadi bagian dari perjalanan tersebut, terutama dalam memperkuat produksi, promosi dan membuka akses pasar.

Bagi Teh Gambyong, perjalanan dari kebun teh Kemuning menuju pasar nasional masih panjang.

Namun, secangkir teh yang awalnya dibuat dari usaha sederhana di kaki Gunung Lawu itu kini perlahan telah membawa nama Kemuning ke pasar yang lebih luas.(bro)

  • Dipublikasi Pada 8 Oktober 2026
  • Baru Saja di Update Pada Oktober 8, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Bagikan ke Media Sosial

Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

📸 5 slide sosmed 📰 Koran multi-slide 📝 Caption siap pakai 🎨 Format 4:5 HD

Social Publisher

Posting ke Instagram

REELS 9:16 Slide 1/5
INSTAGRAM REELS

0/2200
💡 Tips: Hasil slide konsisten di HP & desktop karena ukuran capture fixed di 320px.
Follow WhatsApp Channel Infosurabaya
Follow

Trust Verified On Google
Jadikan Infosurabaya sebagai sumber berita tepercaya Anda di Google.
Add as a preferred source on Google
Disclaimer
Konten Hebat, Binaan Bank Indonesia, Teh Gambyong Kemuning Raup Omzet Rp300 Juta Lebih per Bulan disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Powered By Infosurabaya
Portal Berita Surabaya
Portal Berita Surabaya