Infosurabaya.com – Bau gas LPG di dalam rumah jangan diabaikan. Kebocoran yang menumpuk di ruangan tertutup bisa memicu kebakaran hingga ledakan jika tersulut api. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengingatkan warga agar mengenali tanda kebocoran dan mengetahui langkah penanganan yang aman.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan kebocoran gas tidak selalu disertai suara. Karena itu, warga perlu waspada ketika mencium bau khas LPG di sekitar tabung, regulator, atau selang.
Saat mencium bau gas, warga diminta tidak menyalakan api, merokok, atau mengoperasikan sakelar listrik. Hindari pula aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan di area yang diduga mengalami kebocoran.
Jika aman dilakukan, tutup aliran gas. Buka pintu dan jendela secara manual untuk membantu sirkulasi udara, lalu segera menjauh dari area tersebut. Jangan menyalakan atau mematikan peralatan listrik di dalam ruangan yang terindikasi dipenuhi gas.
Laksita juga mengingatkan warga agar tidak sembarangan memindahkan tabung ketika kebocoran terjadi. Jika bau gas menyengat atau kebocoran tidak dapat dihentikan dengan aman, segera keluar dari bangunan dan hubungi petugas dari lokasi yang aman.
Periksa regulator dan selang secara berkala
Pencegahan perlu dilakukan sebelum tabung digunakan. Salah satunya dengan memeriksa kondisi selang, regulator, dan sambungan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau pemasangan yang longgar.
Pengecekan kebocoran dapat dilakukan menggunakan air sabun pada sambungan ketika kondisi aman. Jika muncul gelembung, sambungan diduga bocor dan tidak boleh digunakan sebelum diperbaiki atau diganti.
Penempatan tabung juga perlu diperhatikan. Pastikan tabung berdiri tegak, jauh dari sumber panas, dan berada di area dengan ventilasi memadai.
Bagi pelanggan gas PGN, Laksita mengimbau warga segera menutup keran aliran gas jika mencurigai kebocoran, sepanjang tindakan itu dapat dilakukan dengan aman. Jika kebocoran berlanjut, warga harus menjauh dan meminta bantuan petugas.
Usaha kuliner diminta disiplin saat ganti tabung
Perhatian khusus diberikan kepada pemilik rumah makan, usaha katering, dan pelaku usaha kuliner lainnya. Aktivitas mengganti tabung gas saat kompor lain masih menyala berisiko memicu kebakaran.
Laksita mengingatkan pekerja untuk mematikan seluruh kompor sebelum mengganti tabung atau melepas regulator.
“Harusnya matikan dulu semua kompor, baru ganti regulatornya,” tegasnya.
Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat segera meminta bantuan jika menghadapi kebocoran gas atau kondisi darurat. Warga dapat menghubungi layanan darurat Command Center 112. ((red))
- Dipublikasi Pada 9 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 9, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

