Infosurabaya.com – Ancaman banjir dan longsor membayangi Indonesia menjelang musim hujan 2026/2027. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 253 kabupaten/kota rawan banjir dan 202 kabupaten/kota rawan longsor, dengan potensi penduduk terdampak mencapai 113,8 juta jiwa.
Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi. Pemetaan kerawanan itu didasarkan pada data historis bencana.
“Terdapat 253 kabupaten/kota rawan banjir dan 202 kabupaten/kota rawan longsor, dengan potensi penduduk terdampak mencapai 113,8 juta jiwa,” ujar Berton dalam keterangan resmi di laman resmi BNPB, Rabu (28/10/2026).
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan karena puncak musim hujan diperkirakan berbeda di setiap wilayah.
Di Sumatera, puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Sementara itu, Jawa diperkirakan mengalami puncak pada Januari-Februari 2027, sedangkan Kalimantan pada Januari-Maret 2027.
Jatim dan Jateng perlu waspadai longsor
BNPB meminta pemerintah daerah mengaktifkan rencana aksi menghadapi musim hujan mulai November. Rencana kontingensi juga perlu diperbarui, termasuk skenario dampak bencana, pembagian tugas antarinstansi, jalur evakuasi, dan ketersediaan sumber daya.
Kesiapan logistik bagi pengungsi juga harus diperiksa. Selain itu, sistem peringatan dini perlu diuji hingga tingkat desa. Posko, perahu karet, tim reaksi cepat, pemantauan tinggi muka air, serta dapur umum diminta disiapkan sebelum puncak musim hujan.
Perhatian khusus diberikan pada kawasan lereng yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi lereng bekas kebakaran perlu dipantau sejak awal musim hujan untuk mengantisipasi potensi banjir bandang dan longsor.
“Pemantauan sejak awal musim hujan penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir bandang dan longsor,” kata Berton.
Warga diminta pantau peringatan dini
BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi. Warga juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, menghemat penggunaan air bersih, serta segera melaporkan kejadian bencana kepada petugas setempat.
Kesiapsiagaan sejak dini dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana. BNPB menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat agar langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum banjir maupun longsor terjadi. ((red))
- Dipublikasi Pada 28 Oktober 2026
- Baru Saja di Update Pada Oktober 28, 2026
- Temukan Kami di Google News
Bagikan ke Media Sosial
Unduh slide siap posting untuk Instagram, TikTok, X & Koran digital

