Infosurabaya I Surabaya – Situasi jelang Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Surabaya 2025 yang dijadwalkan 22 November 2025 semakin memanas setelah salah satu bakal calon Ketua periode 2025–2029, Erie Hartanti, menggelar pertemuan tertutup yang menggunakan nama KONI Kota Surabaya.
Acara bertajuk Table Talk yang diadakan Rabu (19/11/2025) di MaxOne Hotel Surabaya hanya untuk sejumlah cabor pendukung, namun papan agenda hotel mencantumkan nama KONI Kota Surabaya seolah-olah merupakan kegiatan resmi. Media yang mencoba meliput dilarang masuk dengan alasan acara bukan untuk umum.
Setelah acara berakhir, Erie yang hendak diwawancarai wartawan malah bergegas masuk lift dan hanya berkata, “Nanti ya, Mas. Diatur sama bidang media,” sebelum pintu tertutup.
Langkah ini memicu protes dari sejumlah cabor yang tidak diundang. Ketua IMI Kota Surabaya Rinto Ari Rakhmanto mengaku kaget melihat foto papan acara yang tersebar di grup WhatsApp. “Kalau itu acara KONI, kenapa hanya cabor pendukung yang diundang? Kalau itu acaranya calon, kenapa pakai nama KONI?” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Sama halnya, Ketua Muaythai Indonesia (MI) Surabaya Hendri Lianto menegaskan bahwa penggunaan nama KONI untuk acara sosialisasi calon merupakan pelanggaran. “KONI itu rumah semua cabor, jangan karena pengurus lama, KONI seakan milik orang tertentu,” katanya.
Kisruh ini menambah kejanggalan lain yang sudah ada sebelumnya, seperti kurangnya transparansi panitia terkait waktu, lokasi, dan materi Musorkot yang diturunkan terlambat. Hal ini membuat banyak cabor mempertanyakan netralitas dan profesionalisme penyelenggara pemilihan ketua baru.(Kdm)
- Dipublikasi Pada 20 November 2025
- Baru Saja di Update Pada November 20, 2025
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
