Infosurabaya.com – Pemerintah surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya mengubah skema Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya mulai Tahun Anggaran 2026. Kebijakan baru ini mengalihkan skema bantuan menjadi bantuan sosial khusus bagi siswa SMA sederajat di sekolah swasta.
Perubahan tersebut diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 80 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa kepada Pemuda Warga surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya yang sedang menempuh pendidikan menengah atas.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya Arief Boediarto mengatakan, bantuan sosial diberikan kepada siswa SMA/SMK/MA sederajat swasta yang masuk dalam penganggaran APBD 2025. Nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp350 ribu per siswa per bulan.
“Kalau tahun lalu semua siswa, baik negeri maupun swasta, mendapat uang saku Rp200 ribu. Tahun ini difokuskan untuk SMA swasta dalam bentuk bantuan biaya pendidikan Rp350 ribu per bulan,” ujar Arief, Sabtu (24/1/2026).
Berbeda dari skema sebelumnya, bantuan sosial tersebut tidak lagi diberikan langsung kepada siswa, melainkan disalurkan melalui rekening sekolah. Langkah ini dilakukan agar dana benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan.
“Dana langsung masuk ke rekening sekolah supaya biaya pendidikan anak terjamin sampai lulus. Sekolah juga tidak diperbolehkan lagi memungut iuran lain karena sudah menerima bantuan sosial,” jelasnya.
Selain bantuan biaya pendidikan, penerima beasiswa juga mendapatkan fasilitas penunjang berupa seragam dan sepatu. Khusus siswa sekolah negeri, bantuan yang diberikan berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, serta sepatu.
Program Beasiswa Pemuda Warga surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya ini menyasar keluarga miskin, pra miskin, yatim, piatu, dan yatim piatu. Prioritas diberikan kepada keluarga dalam kategori Desil 1 hingga 5, dengan fokus utama pada Desil 1 dan 2.
Arief menambahkan, kebijakan baru ini telah disosialisasikan kepada kepala SMA negeri dan swasta bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, baik secara daring pada 29 September 2025 maupun luring pada 11 November 2025.
surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya berharap program ini tidak hanya menjaga keberlanjutan pendidikan siswa, tetapi juga mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menekan angka kemiskinan di Kota Pahlawan. ((Red))
- Dipublikasi Pada 24 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 24, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
