Quantcast

Bahas CAGR Dana Haji Dua Digit, Lia Istifhama Dengar Penjelasan BPKH soal Peran Danantara – Kabar Surabaya

Jakarta (( Info Surabaya)) — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, membahas peluang peningkatan Compound Annual Growth Rate (CAGR) dana haji agar dapat mendekati dua digit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Gedung DPD RI, Jakarta.

Dalam forum tersebut, Lia mencermati capaian CAGR dana haji sebesar 6,58 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan pengelolaan dana yang cukup aman dan positif, namun masih perlu penjelasan lebih lanjut terkait ruang peningkatan kinerja investasi ke depan.

“Yang ingin kami pahami adalah sejauh mana peluang peningkatan CAGR dana haji, serta bagaimana strategi yang disiapkan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian,” ujar Lia Istifhama.

Menanggapi hal itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH, Arief Mufraini, menjelaskan bahwa dana haji memiliki karakter khusus sebagai dana umat yang harus dijaga stabilitas, likuiditas, dan keamanannya. Karena itu, BPKH tidak menempatkan seluruh portofolio pada instrumen berimbal hasil tinggi.

“Peluang imbal hasil dua digit memang ada secara teoritis. Namun dana haji tidak bisa dikelola secara spekulatif. Kami mengutamakan kualitas investasi dibanding mengejar angka semata,” jelas Arief.

BPKH juga memaparkan bahwa penguatan investasi jangka panjang dilakukan melalui skema Kampung Haji di Arab Saudi dengan melibatkan Danantara sebagai mitra strategis. Dalam struktur tersebut, Danantara berperan sebagai pihak yang melakukan pembelian aset, seperti hotel, sementara BPKH menjalankan fungsi pengelolaan dan operasional.

Skema ini dinilai dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus meminimalkan risiko langsung terhadap dana haji, serta diharapkan memberi manfaat jangka panjang berupa efisiensi biaya dan peningkatan kualitas layanan jamaah.

Dalam RDP yang sama, anggota BPKH Amri Yusuf menambahkan bahwa BPKH saat ini tengah berada dalam fase pergeseran paradigma, dari pendekatan pengadaan layanan menuju investasi jangka panjang yang terukur dan prudent.

Menutup pembahasan, Lia Istifhama menegaskan bahwa peningkatan imbal hasil tetap penting, namun harus berjalan seiring dengan keamanan dana umat, keadilan jamaah, dan keberlanjutan pengelolaan haji nasional.

Continue Reading

  • Dipublikasi Pada 21 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 21, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow