Infosurabaya.com – Jawa Timur“>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan penanganan cepat dan terpadu untuk banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo. Pengerukan sungai dan penguatan bronjong menjadi langkah utama guna mencegah banjir susulan.
Khofifah menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Jumat (23/1) sore. Ia menilai banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang diperparah sedimentasi sungai.
Menurut Khofifah, pengerukan sungai harus dilakukan secara signifikan agar kapasitas aliran kembali optimal. Selain itu, infrastruktur pengendali banjir seperti bronjong perlu diperkuat di titik-titik rawan luapan.
“Yang strategis adalah pengerukan yang lebih signifikan, disertai penguatan bronjong untuk menahan luapan air akibat sedimentasi,” ujar Khofifah dalma keterangnnya yang dikutip, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan pengerukan membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo, terutama terkait akses masuk alat berat. Jika jalur utama tidak memungkinkan, jalur alternatif harus segera disiapkan agar ekskavator dapat menjangkau lokasi pengerukan.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov Jatim juga menyiapkan pemasangan pipa pengairan ke area persawahan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian yang telah memasuki musim tanam.
“Pipa disiapkan agar pengairan sawah tetap berjalan, karena ini sudah musim tanam,” katanya.
Di sisi kemanusiaan, Khofifah meminta pemenuhan layanan dasar warga terdampak, terutama kebutuhan pangan dan kesehatan. Dua dapur umum telah dioperasikan dengan target distribusi makanan tiga kali sehari, serta dukungan layanan kesehatan dari puskesmas terdekat.
Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan logistik, di antaranya 500 sembako/” title=”Paket Sembako”>paket sembako, kompor, perlengkapan anak, selimut, paket kebersihan, terpal, peralatan masak, pakaian, hingga bantuan khusus bagi lansia. Selain itu, pendataan fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang terdampak turut diminta, mengingat masyarakat akan memasuki bulan Ramadan.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengapresiasi kehadiran Gubernur Khofifah yang turun langsung ke lokasi banjir. Ia menyebut langkah tersebut memberi semangat bagi warga terdampak.
Banjir di Situbondo terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (21/1/2026) sore. Luapan sungai merendam sejumlah desa di lima kecamatan, merusak rumah warga, fasilitas umum, menyebabkan tanggul jebol, serta memutus satu jembatan penghubung antar dusun. Proses pendataan kerusakan masih berlangsung.((Red))
- Dipublikasi Pada 24 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 24, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
