Quantcast

Bapanas Pastikan Harga Pangan Jatim Terkendali Jelang Ramadhan

Infosurabaya.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga dan mutu pangan di Jawa Timur tetap aman dan terkendali menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Untuk memastikan stabilitas tersebut, Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Jawa Timur diterjunkan langsung ke lapangan.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan pengawasan diperkuat guna mencegah lonjakan harga dan memastikan keamanan pangan selama periode permintaan tinggi.

“Satgas turun untuk memperkuat pengendalian harga sekaligus pengawasan mutu pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Andriko dalam keterangan tertulis, Jumat (7/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, Andriko menyebut harga bahan pangan secara umum masih terkendali. Sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan, namun masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menegaskan, pengendalian harga pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran merupakan arahan langsung Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pemerintah, kata dia, tidak menoleransi harga bahan pokok yang melampaui ketentuan.

“Tidak boleh ada harga kebutuhan pokok yang melebihi HET maupun HAP,” kata Andriko saat meninjau Pasar Pucang Anom, Surabaya, Kamis (5/2).

Meski demikian, Bapanas mencatat masih ditemukan beberapa komoditas yang dijual di atas batas harga. Temuan tersebut akan ditelusuri hingga ke tingkat distributor.

“Kalau ada yang di atas HET dan HAP, akan kami telusuri ke rantai distribusinya,” ujarnya.

Bapanas juga memperkuat pengaturan margin di setiap mata rantai distribusi agar pedagang eceran tetap memperoleh keuntungan wajar tanpa harus menaikkan harga secara berlebihan. Menurut Andriko, kenaikan harga di tingkat pedagang kerap dipicu lonjakan harga dari distributor.

Pada komoditas cabai, tantangan utama masih berasal dari distribusi antarwilayah yang belum merata. Kondisi ini berdampak pada fluktuasi harga di pasar.

Distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit akan diperkuat untuk menekan gejolak harga, sekaligus memastikan pasokan tetap lancar.

Sementara itu, harga Minyakita ditegaskan tetap mengacu pada harga eceran Rp15.700 per liter. Bapanas bersama Perum Bulog akan menambah titik distribusi serta menelusuri penyebab fluktuasi harga di tingkat pengecer yang masih ditemukan.

Untuk komoditas daging sapi, kenaikan harga dipicu keterbatasan pasokan sapi hidup dari hulu. Meski demikian, harga daging sapi di Jawa Timur masih berada di bawah HAP.

“Harganya masih di bawah Rp130.000 per kilogram. Ada kenaikan, tapi belum melewati HAP. Itu yang terus kami jaga,” kata Andriko.

Bapanas menegaskan pengawasan akan terus diperketat hingga Lebaran guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang, tanpa dibayangi gejolak harga pangan. ((Red))

  • Dipublikasi Pada 6 Februari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Februari 6, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow