JAKARTA (( surabaya/” title=”info surabaya”>Info Surabaya)) — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga/BKKBN) Wihaji menegaskan bahwa masa depan dan nasib bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Hal ini sejalan dengan data usia harapan hidup masyarakat Indonesia yang kini mencapai 74 tahun, di mana sebagian besar fase kehidupan manusia dijalani dalam lingkungan keluarga.
Penegasan tersebut disampaikan Wihaji saat menerima Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di kantor Mendukbangga/BKKBN, Kamis(15/1). Pertemuan itu membahas mandat strategis kementerian dalam mengelola kependudukan sekaligus menjalankan pembangunan manusia secara menyeluruh.
Menurut Wihaji, dari rata-rata 74 tahun usia hidup manusia Indonesia, sekitar 68 tahun dijalani dalam kehidupan berkeluarga. Fakta ini menunjukkan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial, melainkan ruang paling menentukan dalam pembentukan karakter, kesehatan mental, produktivitas, dan ketahanan bangsa.
“Kalau sebagian besar hidup manusia dijalani dalam keluarga, maka nasib bangsa juga ditentukan di sana. Negara harus serius membangun keluarga,” tegas Wihaji.
Ia menambahkan, tugas Mendukbangga/BKKBN tidak berhenti pada pengendalian laju pertumbuhan penduduk agar sesuai target nasional. Lebih dari itu, kementeriannya mengemban mandat pembangunan manusia sepanjang siklus hidup, sejak lahir hingga meninggal dunia.
Senator Lia Istifhama menyampaikan pandangan sejalan. Menurutnya, data usia harapan hidup tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi harus menempatkan keluarga sebagai pusat kebijakan.
“Kalau 68 tahun hidup manusia dihabiskan dalam keluarga, maka di situlah nilai, karakter, dan daya tahan bangsa dibentuk,” ujar Lia.
Ia menekankan pentingnya penguatan peran orang tua, pendidikan keluarga, serta pendampingan berkelanjutan agar keluarga mampu menjalankan fungsinya secara optimal.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Mendukbangga/BKKBN bersama DPD RI untuk mendorong pembangunan manusia berbasis keluarga. Pendekatan ini dinilai krusial agar peningkatan usia harapan hidup benar-benar diiringi dengan peningkatan kualitas hidup dan ketahanan bangsa secara berkelanjutan.
Continue Reading
- Dipublikasi Pada 16 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 16, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
