Proses pengelupasan Edible Plastic yang sudah kering. (Foto: Ist-PCU/BS)
Infosurabaya.com – Sampah plastik masih menjadi persoalan serius di tengah minimnya kebiasaan daur ulang. Kantong plastik membutuhkan waktu hingga ribuan tahun untuk terurai, sementara botol plastik bisa bertahan 450 tahun di lingkungan.
Kondisi ini mendorong berbagai pihak mencari alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan, termasuk edible plastic atau plastik yang dapat terurai dan aman dikonsumsi.
Upaya edukasi itu dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Petra Christian University (PCU) melalui program Kampung Binaan Mahasiswa (KBM) IX. Mereka mengajak warga Kelurahan Siwalankerto membuat edible plastic lewat workshop yang digelar pada Sabtu, 22 November 2025, di kantor kelurahan setempat. Kegiatan ini dipandu dua dosen Food Technology PCU, Dr. Renny Indrawati dan Yosinta Christie Setiabudi.
Edible Plastic yang berisi Energen siap diseduh dengan segelas air panas. (Foto: Ist-PCU/BS)
Total 43 kelompok mahasiswa terlibat, masing-masing ditemani satu warga untuk mengikuti praktik langsung.
Ketua panitia, Marcell Nathaniel Julian, menjelaskan bahwa warga dan mahasiswa belajar membuat edible plastic dari bahan sederhana seperti tepung tapioka, gliserol, dan air.
“Prosesnya sederhana, dipanaskan hingga membentuk lembaran plastik yang bisa terurai dan bahkan aman dikonsumsi,” kata Marcell dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (26/11/2025).
Peserta juga mencoba menggunakannya untuk menyeduh teh, kopi, dan gula sebagai simulasi penggunaan sehari-hari.
Selain memperkenalkan edible plastic, KBM IX juga menggelar kegiatan lanjutan berupa pembuatan ecobricks pada Minggu, 23 November 2025.
Sebanyak 33 tim mahasiswa mengisi botol plastik bekas dengan sampah plastik hingga padat, lalu menyusunnya menjadi pot tanam untuk bibit cabai. Ecobricks itu kemudian diberikan kepada warga Gang Pisang, kawasan permukiman padat di Siwalankerto yang memiliki ruang terbuka hijau terbatas.
Menurut Marcell, kegiatan ini bukan hanya memberi keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga terkait pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan.
“Kami berharap warga bisa meneruskan praktik pembuatan edible plastic dan ecobricks dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.((Red))
- Dipublikasi Pada 26 November 2025
- Baru Saja di Update Pada November 26, 2025
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
