infoSurabaya | Surabaya— Prestasi di arena olahraga tak membuat mereka mengabaikan pentingnya pendidikan. Pebulutangkis nasional Reza Pahlevi bersama dua atlet balap sepeda nasional, Muhammad Abdurrahman dan Rendy Barera Sanjaya, resmi mendaftar sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA).
Ketiganya diterima sebagai mahasiswa penerima beasiswa atlet setelah mengukir prestasi membanggakan di ajang SEA Games Thailand. Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan hidup mereka, menggabungkan karier olahraga profesional dengan pendidikan tinggi.
Reza Pahlevi tercatat memilih Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara Muhammad Abdurrahman mengambil Program Studi Hukum, dan Rendy Barera Sanjaya juga menjatuhkan pilihan pada Manajemen.
Bagi Reza, keputusan melanjutkan pendidikan tinggi bukan sekadar formalitas, melainkan investasi masa depan. Tawaran beasiswa dari Umsura menjadi momentum penting, mengingat dirinya belum pernah mengenyam bangku kuliah sebelumnya.
“Kemarin ada tawaran beasiswa di universitas, dan kebetulan saya belum pernah kuliah. Jadi saya menerima tawaran ini, semoga nantinya bisa berjalan lancar,” ujar Reza saat ditemui di Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (BPMB), Jumat (30/1/2026).
Ia memilih Manajemen karena dianggap fleksibel dan relevan dengan rencana hidupnya selepas dunia olahraga. Meski demikian, Reza mengakui tantangan membagi waktu antara latihan dan kuliah masih akan ia pelajari seiring berjalannya waktu.
“Karena ini baru pertama kali, nanti sambil berjalan saja. Semoga bisa berjalan dua-duanya,” katanya.
Dalam waktu dekat, Reza juga dijadwalkan mengikuti turnamen internasional. Ia menegaskan, fleksibilitas akademik yang ditawarkan Umsura menjadi salah satu alasan utama dirinya mantap berkuliah di Surabaya.
“Sudah disampaikan kalau fleksibilitasnya ada. Jadi saya berpikir kenapa tidak pendidikan juga. Nggak selalu olahraga saja, pendidikan juga penting buat saya,” jelasnya.
Sementara itu, atlet balap sepeda Muhammad Abdurrahman memilih Program Studi Hukum karena selaras dengan kariernya sebagai anggota kepolisian. Kesempatan ini ia nilai sebagai peluang yang sempat tertunda di masa lalu.
“Dulu sempat ada tawaran beasiswa pas COVID, tapi tertunda karena offline. Alhamdulillah sekarang ada kesempatan lagi dan saya ambil Hukum,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Rendy Barera Sanjaya. Keinginan kuliah sebenarnya sudah ada sejak lulus SMA, namun harus tertunda karena menjalani pemusatan latihan daerah (Puslatda).
“Dari lulus SMA sebenarnya pengen kuliah, cuma waktu itu harus TC Puslatda. Karena rumah di Kediri, jadi tidak bisa lanjut kuliah,” tuturnya.
Kesempatan kuliah di Umsura akhirnya ia ambil setelah mendapat banyak rekomendasi dari sesama atlet.
“Banyak teman atlet yang masuk di sini, katanya kampus ini rekomendasi untuk atlet. Jadi kenapa nggak,” ujarnya.
Rendy memilih Manajemen karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhannya saat ini. Ke depan, ia mengaku ingin fokus membangun karier di kepolisian setelah pensiun sebagai atlet.
Komitmen Umsura dalam mendukung atlet berprestasi ditegaskan Wakil Rektor Bidang SDI, Kemahasiswaan, dan Kewirausahaan, Dr. Nur Mukarromah, M.Kes. Menurutnya, Umsura mengusung konsep Home of Champions sebagai wadah pengembangan mahasiswa unggul di berbagai bidang.
“Universitas Muhammadiyah Surabaya sesuai dengan moto dan visi kami sebagai Home of Champions, membentuk juara tidak hanya akademik tetapi juga non-akademik,” ujarnya.
Juara yang dimaksud, kata Nur Mukarromah, mencakup integritas moral, keunggulan intelektual, jiwa kewirausahaan, serta daya saing global. Untuk itu, Umsura menyediakan beragam skema beasiswa, termasuk beasiswa atlet yang diberikan selama masa studi.
“Beasiswa atlet ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki sertifikat atlet dan diberikan selama pendidikan, baik D3 maupun S1,” jelasnya.
Dari sisi akademik, Umsura juga memberikan fleksibilitas khusus bagi mahasiswa atlet agar prestasi olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan.
“Program studi akan memfasilitasi atlet dengan sistem blended learning, online, atau modul. Jadi prestasi olahraga dan akademik bisa berjalan beriringan,” pungkasnya.(bro)
- Dipublikasi Pada 31 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 31, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
