Infosurabaya.com – Jawa Timur“>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk mendorong desa mandiri bertransformasi menjadi desa berkelanjutan. Langkah ini disebut sebagai fondasi penting menuju Indonesia Maju 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan Hari Desa Nasional 2026. Menurutnya, desa memegang peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional yang harus menyentuh aspek paling mendasar dan berkelanjutan.
“Di Jawa Timur sudah terbentuk 4.716 desa mandiri. Ke depan, desa-desa ini akan kami dorong menjadi desa berkelanjutan,” kata Khofifah di grahadi/” title=”Gedung Negara Grahadi”>Gedung Negara Grahadi, Kamis (15/1/2026).
Khofifah menjelaskan, desa berkelanjutan bukan hanya soal status administratif, melainkan kemampuan desa mengelola potensi dan sumber daya lokal untuk meningkatkan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat.
Ia menilai, ketika desa mampu memaksimalkan sumber daya yang dimiliki, pembangunan nasional akan tumbuh dari akar rumput. Pandangan ini sejalan dengan tema Hari Desa Nasional 2026, “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia.”
Berdasarkan Keputusan Mendes PDTT Nomor 343 Tahun 2025, Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak, yakni 4.716 desa. Secara nasional, jumlah desa mandiri tercatat sebanyak 20.503 desa, dengan sekitar 23 persen berada di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, Jawa Timur menjadi provinsi dengan desa mandiri terbanyak di Indonesia. Ke depan, desa-desa ini diharapkan naik kelas menjadi desa berkelanjutan,” ujar Khofifah.
Untuk memperkuat transformasi tersebut, Pemprov Jatim menggulirkan sejumlah program strategis. Salah satunya Program Desa Berdaya yang sejak 2021 telah menjangkau 538 desa di 29 kabupaten/kota. Program ini difokuskan pada penguatan identitas dan potensi ekonomi desa.
Selain itu, ada Program Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera (Dewi Cemara) yang telah diterapkan di 149 desa wisata. Program ini ditujukan untuk memperkecil kesenjangan desa dan kota melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Pemprov Jatim juga mengembangkan Program Desa Devisa untuk membuka akses ekspor produk unggulan desa. Program ini dinilai mampu meningkatkan kinerja ekspor sekaligus kesejahteraan pelaku usaha desa, terutama pengrajin.
Seluruh upaya tersebut diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi, guna menciptakan inovasi pembangunan desa yang adaptif dan berkelanjutan.
Di momentum Hari Desa Nasional, Khofifah mengajak perangkat desa terus berbenah dan memaksimalkan potensi wilayahnya. “Desa yang mandiri dan berkelanjutan akan menjadi penopang utama kemajuan Indonesia,” ujarnya.((Red))
- Dipublikasi Pada 15 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 15, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
