Quantcast

Eri Cahyadi Apresiasi Warga Ikhlas Bongkar Rumah demi Normalisasi Sungai

Infosurabaya.com – Wali surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya Eri Cahyadi beri apresiasi tinggi pada warga sepanjang Sungai Kalianak yang secara mandiri membongkar bangunan agar normalisai berjalan lancar serta membantu Pemkot mengatasi banjir dan rob.

“Saya berterima kasih kepada warga. Ada yang rumahnya baru dibangun, nilainya ratusan juta, tapi ikhlas dibongkar sendiri karena sadar ini untuk mencegah banjir. Ini luar biasa,” kata Eri dalam keterangannya usai melakukan sidak, Selasa (30/12/2025).

Menurut Eri, sengaja menghindari pendekatan pemaksaan dalam penataan kawasan. Ia menekankan pentingnya dialog dan pendekatan kekeluargaan agar solusi jangka panjang bisa tercapai.

“Kalau pakai cara menang-menangan, banjir tidak akan selesai. Tapi kalau dengan keikhlasan dan gotong royong, normalisasi bisa berjalan,” ujarnya.

Meski pembongkaran rumah dilakukan secara mandiri oleh warga, Pemkot memberikan perhatian khusus pada fasilitas umum. Bangunan tempat ibadah yang terdampak pelebaran sungai dipastikan akan diperbaiki.

“Musala yang terkena pelebaran akan kami bangun kembali. Bahkan akan kami buat lebih besar dan dua lantai supaya lebih nyaman,” tegas Eri.

Setelah proses pembongkaran rampung, Pemkot akan melanjutkan pembangunan pelengsengan atau dinding penahan sungai di sepanjang Sungai Kalianak. Penataan kawasan juga dilakukan untuk menghilangkan kesan kumuh di bantaran sungai.

Tak hanya berfungsi sebagai saluran air, Eri menyebut kawasan Sungai Kalianak berpeluang dikembangkan menjadi ruang publik baru.

“Nanti setelah rapi, kawasan ini akan kami tata. Beberapa titik bahkan bisa menjadi destinasi wisata,” ucapnya.

Dengan lebar sungai kembali ke 18,6 meter, daya tampung air diproyeksikan meningkat signifikan. Pemkot berharap wilayah Kalianak dan sekitarnya terbebas dari banjir rob di masa mendatang.

Normalisasi dilakukan sepanjang 3 kilometer dengan target mengembalikan lebar sungai ke ukuran semula, 18,6 meter.

Saat ini, sekitar 400 bangunan telah dibongkar dalam tahap pertama dan kedua pelebaran sungai. Jumlah itu merupakan bagian dari total sekitar 1.000 bangunan yang terdampak hingga ke ujung sungai. Proses normalisasi dilakukan di dua wilayah administratif, yakni Krembangan dan Asemrowo. ((Red)) 

  • Dipublikasi Pada 30 Desember 2025
  • Baru Saja di Update Pada Desember 30, 2025
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow