Infosurabaya.com – Harga kebutuhan pokok jelang Imlek dan Ramadan biasanya terjadi kenaikan. Salah satunya cabai, mengantisipasi kenaikan, pasar murah menjadi opsi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengendalikan harga di pasar serta menahan laju inflasi.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram. Sementara cabai merah keriting dan cabai merah besar justru mengalami penurunan, masing-masing menjadi Rp30.166 dan Rp26.500 per kilogram.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan, fluktuasi harga cabai dipengaruhi pasokan yang terbatas akibat cuaca serta meningkatnya permintaan menjelang Imlek dan Ramadan. Untuk itu, Pemkot Surabaya melalui Dinkopumdag dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus berkoordinasi dengan petani dan gabungan kelompok tani guna menjaga kelancaran distribusi.
“Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah kami fokuskan pada komoditas yang mengalami lonjakan harga agar tetap terkendali di tingkat konsumen,” ujarnya, Selasa (3/2/2016).
Mia mengatakan intensitas Pasar Murah akan ditingkatkan signifikan selama Ramadan. Program ini akan digelar serentak di 31 kecamatan, ditambah dua titik Pasar Murah setiap hari.
“Selama Ramadan, Pasar Murah kami tingkatkan agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau,” kata Mia.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok Jawa Timur per 2 Februari 2026, harga sejumlah komoditas utama di Surabaya masih relatif stabil.
Harga beras premium tercatat Rp15.416 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp12.750 per kilogram. Gula kristal putih stabil di Rp16.833 per kilogram dan minyak goreng curah bertahan di Rp19.916 per kilogram.
Untuk minyak kemasan, harga minyak goreng premium berada di Rp18.500 per liter, sedangkan Minyakita justru turun tipis menjadi Rp15.966 per liter.
Di sektor protein hewani, daging sapi paha tercatat Rp116.666 per kilogram, daging ayam ras Rp36.500 per kilogram, ayam kampung Rp64.166 per ekor, dan telur ayam ras stabil di kisaran Rp28.000 per kilogram.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, pengawasan pasar akan diperketat, terutama di pasar yang menjadi barometer inflasi nasional. Dinkopumdag juga mengingatkan distributor dan ritel modern agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) serta tidak melakukan penimbunan.
Untuk menambah pasokan, Pemkot Surabaya rutin menggelar Operasi Pasar, termasuk penyaluran Minyakita bekerja sama dengan produsen dan distributor. Intervensi serupa akan dilakukan pada komoditas lain jika terjadi lonjakan harga.
Selain itu, Pemkot Surabaya memperkuat kerja sama antardaerah melalui skema business to business. BUMD Pangan Surabaya didorong menjalin kontrak langsung dengan daerah penghasil seperti Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Blitar.
Pemkot Surabaya memastikan stok bahan pokok masih dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying, sementara pedagang diminta mematuhi ketentuan harga.
“Ketersediaan pasokan masih mencukupi. Kami harap masyarakat tetap tenang dan pedagang tidak menimbun barang agar stabilitas harga tetap terjaga,” pungkas Mia.((Red))
- Dipublikasi Pada 3 Februari 2026
- Baru Saja di Update Pada Februari 3, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
