Quantcast

Hebat,Universitas Ciputra Resmi Membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Obgyn Dan Bedah.

Keren,Universitas Ciputra Resmi Membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Obgyn Dan Bedah. (ist)

infoSurabaya |Surabaya- Sebuah langkah nyata Universitas Ciputra dalam menjawab kebutuhan dokter spesialis yang masih tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur, membukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk dua bidang strategis, yakni Spesialis Obgyn dan Spesialis Bedah. Pembukaan ini setelah  Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FK UC) memperoleh izin resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Dari penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, SpOG Subsp FER, bahwa kedua program tersebut dirancang tidak hanya untuk mencetak dokter spesialis unggul, tetapi juga untuk memperkuat pemerataan layanan kesehatan nasional.

“Untuk spesialis Obgyn, kami membawa misi meningkatkan jumlah dokter spesialis di Indonesia Timur. Kebutuhan akan dokter spesialis masih sangat tinggi, sementara distribusinya belum merata,” ujar Prof. Hendy.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan layanan kesehatan, FKUC juga menyiapkan program beasiswa bagi calon peserta didik yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. Program ini diberikan dengan persyaratan khusus, termasuk komitmen untuk kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.

“Harapannya, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat di daerah yang masih kekurangan tenaga medis spesialis,” tambahnya.

Selain program Obgyn, FK UC juga membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah yang dirancang mengikuti perkembangan teknologi kedokteran terkini. Mahasiswa akan dibekali kemampuan operasi minimal invasif, yang kini menjadi standar dalam penanganan berbagai kasus bedah modern.

“Teknologi operasi terus berkembang. Karena itu, selain kemampuan dasar bedah, dokter juga harus menguasai teknik minimal invasif agar pelayanan lebih efektif dan pemulihan pasien lebih cepat,” jelas Prof. Hendy.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis, terutama di luar Pulau Jawa. Rasio dokter spesialis di Indonesia masih belum ideal dibandingkan standar WHO, khususnya untuk bidang obstetri dan bedah yang menjadi tulang punggung layanan kesehatan rujukan.

Kehadiran Program Pendidikan Dokter Spesialis di Universitas Ciputra yang didukung dengan pembangunan fasilitas pendidikan baru yaitu tower khusus untuk FK UC menjadi Kampus berdampak untuk memberi solusi strategis nasional dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.(bro)

  • Dipublikasi Pada 24 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 24, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow