Quantcast

Imam Syafi’i Soroti Keterlambatan Proyek Dua Puskesmas, Cium Aroma Tak Beres – Kabar Surabaya

Surabaya (( Info Surabaya)) – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, menyoroti keras keterlambatan pembangunan dua puskesmas di Surabaya saat melakukan peninjauan lapangan. Dua fasilitas layanan kesehatan tersebut yakni Puskesmas Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, dan Puskesmas Pegirian.

Dalam keterangannya, Imam Syafi’i mengungkapkan bahwa proyek renovasi Puskesmas Manukan Kulon dengan nilai anggaran lebih dari Rp5 miliar seharusnya telah dilakukan serah terima pada 30 November 2025. Namun hingga kini, meski telah diberikan tambahan waktu 20 hari, pembangunan masih belum rampung dan ditemukan banyak kekurangan di lapangan.

“Hari ini saya kembali datang untuk mengecek langsung. Faktanya, proyek belum selesai dan masih banyak pekerjaan yang tidak beres,” ujar Imam Syafi’i.

Ia bahkan menyebut mencium adanya aroma tidak sedap dalam pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, pemenang tender proyek berasal dari CV Reno Abadi asal Malang, sementara di lapangan pekerja mengaku berada di bawah koordinasi CV Pusaka Timur Nusantara yang juga berdomisili di Malang sebagai subkontraktor.

“Seolah-olah Surabaya tidak punya kontraktor yang mampu. Ini patut dipertanyakan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Imam Syafi’i juga menyinggung hasil sidak di Puskesmas Pegirian pada 16 Desember 2025. Proyek dengan anggaran sekitar Rp8 miliar tersebut juga belum selesai meski telah diberikan tambahan waktu 15 hari dari jadwal serah terima awal pada 30 November 2025. Proyek ini dikerjakan oleh PT Java Cosmic Perkasa.

Imam Syafi’i menilai kondisi ini sejalan dengan merosotnya nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025, nilai SPI Surabaya masuk kategori buruk dan berada di zona merah atau rentan korupsi.

“Skor SPI Surabaya turun drastis dari 79,57 menjadi 72,12. Ini alarm serius. Jangan sampai proyek pelayanan publik justru menjadi ladang masalah,” tandasnya.

Ia pun mendesak agar surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya dan aparat pengawasan internal segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek strategis, khususnya yang menyangkut layanan kesehatan masyarakat.

Continue Reading

  • Dipublikasi Pada 28 Desember 2025
  • Baru Saja di Update Pada Desember 28, 2025
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow