Khofifah pimpin langsung Pasar Murah jelang Ramadan. (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)
Infosurabaya.com – Jawa Timur“>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah. Langkah ini dilakukan untuk menekan gejolak harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Khofifah menyebut Pasar Murah menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi di tengah tren kenaikan permintaan kebutuhan pokok.
“Pasar Murah kami gelar untuk memperluas akses bahan pokok murah sekaligus menjaga stabilitas harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Khofifah dalam keterangannya yang dikutip Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan lokasi kegiatan sengaja ditempatkan di balai desa atau kantor kelurahan agar lebih dekat dengan permukiman warga dan tidak mengganggu aktivitas pasar tradisional.
“Ini bukan kompetitor pasar rakyat, tapi upaya pemerintah untuk stabilisasi harga dan pengendalian inflasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras premium dibanderol Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp22.000 per kemasan.
Komoditas lain yang tersedia antara lain tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Khusus di Bojonegoro, Pemprov Jatim juga menambahkan komoditas cabai. Cabai rawit merah dijual Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram.
Menurut Khofifah, lonjakan kebutuhan rumah tangga biasanya mulai terasa menjelang Ramadhan dan kembali meningkat saat mendekati Idul Fitri. Karena itu, Pasar Murah digelar lebih awal untuk menjaga pasokan dan harga tetap terkendali.
“Memasuki Ramadhan kebutuhan logistik naik, lalu meningkat lagi jelang Idul Fitri. Ini yang kami antisipasi,” ucapnya.
Ia menambahkan program Pasar Murah bersifat melengkapi upaya pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui sinergi lintas pemerintahan.
Selain bahan pokok, Pasar Murah juga melibatkan pelaku UMKM lokal. Sejumlah produk makanan dan jajanan khas Bojonegoro ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Salah satu warga Kelurahan Klangon, Ninik (63), mengaku sangat terbantu. Dengan uang Rp100 ribu, ia bisa membeli beras, telur, minyak goreng, gula, cabai, hingga bawang.
“Seratus ribu bisa dapat banyak. Pasar murah ini benar-benar membantu,” katanya.
Pemprov Jatim memastikan Pasar Murah akan terus digelar di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat jelang hari besar keagamaan.((Red))
- Dipublikasi Pada 29 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 29, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
