Infosurabaya.com -Aksi mogok massal para jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian sempat berdampak pada distribusi daging segar di surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya. Meski demikian, manajemen PT RPH Surabaya Perseroda memastikan ketersediaan daging sapi masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama PT surabaya/” title=”RPH Surabaya”>RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf atas dampak mogok kerja tersebut. Ia mengakui, aksi para jagal membuat pasokan daging segar sempat terganggu di sejumlah titik.
Namun Fajar menegaskan, pemotongan sapi tetap berjalan di surabaya/” title=”RPH Surabaya”>RPH Surabaya Unit Kedurus, sehingga stok daging di pasaran masih mencukupi. “Hari ini stok masih aman. Pemotongan tetap berjalan di Kedurus, jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya dalam keterangannya yanh dikutip, Selasa (13/1/2026).
Selain dari Kedurus, pasokan daging juga disalurkan melalui outlet resmi RPH Surya Mart serta 11 outlet di pasar tradisional yang disuplai mitra jagal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga distribusi tetap lancar selama aksi mogok berlangsung.
Fajar juga meluruskan isu relokasi RPH Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW). Ia menegaskan, yang dipindahkan hanyalah lokasi pemotongan sapi, bukan pusat perdagangan daging. Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging Surabaya tetap beroperasi di Pegirian.
Manajemen surabaya/” title=”RPH Surabaya”>RPH Surabaya memberi waktu hingga akhir Idulfitri 2026 bagi jagal Pegirian untuk memanfaatkan fasilitas lama. Selama masa transisi Januari–Maret, pemotongan akan dilakukan secara paralel di RPH Pegirian dan RPH TOW.
Menurut Fajar, kebijakan ini diperlukan untuk memastikan kesiapan teknis RPH TOW, termasuk penyempurnaan fasilitas dan pengurusan sertifikasi, seperti sertifikat halal. Secara kapasitas, RPH TOW dinilai lebih siap karena memiliki fasilitas modern dan sistem pengolahan limbah yang lebih optimal.
Kebutuhan daging sapi di Surabaya sendiri mencapai sekitar 40 ton per hari, dengan separuhnya dipenuhi dari pemotongan di RPH Surabaya. Untuk menjaga pasokan, dalam sepekan ke depan RPH Surabaya juga akan melakukan pemotongan mandiri.
Terkait operasional RPH TOW, Fajar menegaskan pihaknya tetap memprioritaskan jagal Pegirian. Meski ada minat dari jagal luar daerah, manajemen masih memfokuskan keterlibatan bagi jagal yang selama ini beroperasi di Pegirian.
Ia berharap aksi mogok tidak berlangsung lama. “Jika berlarut-larut, kondisi tersebut justru berpotensi merugikan jagal sendiri karena konsumen bisa beralih ke pemasok lain,” pungkas Fajar. ((Red))
- Dipublikasi Pada 13 Januari 2026
- Baru Saja di Update Pada Januari 13, 2026
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
