Quantcast

Jagal RPH Pegirian Tolak Pindah, Pemkot Surabaya Pastikan Relokasi Tetap Jalan

Infosurabaya.com – Pemerintah surabaya/” title=”Kota Surabaya”>Kota Surabaya menerima aspirasi para jagal RPH Pegirian yang menolak dipindahkan ke RPH Osowilangun. Aspirasi itu disampaikan langsung oleh perwakilan jagal saat aksi di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1/2026).

Aspirasi tersebut diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat surabaya/” title=”pemkot surabaya”>Pemkot Surabaya, M Fikser, bersama Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho.

Dalam pertemuan itu, pemkot menegaskan relokasi tetap akan dijalankan, meski dilakukan dengan pendekatan bertahap.

Fikser mengatakan, sekitar 10 perwakilan jagal menyampaikan penolakan terhadap rencana pemindahan RPH Pegirian. Namun, ia menegaskan kebijakan relokasi bukan keputusan mendadak.

“Rencana pemindahan RPH Pegirian sudah disosialisasikan sejak 2016 dan menjadi bagian dari penataan kawasan wisata religi Ampel. Selain itu, relokasi juga masuk dalam rencana pembangunan kota jangka panjang,” ungkap Fikser.

Meski demikian, pemkot tetap membuka ruang dialog. Fikser menyebut sejumlah keberatan yang disampaikan jagal, seperti jarak dan kesiapan lokasi, telah disiapkan solusinya. “Pemkot akan menyiapkan kendaraan pengangkut daging serta dukungan teknis lainnya untuk menunjang operasional di RPH Osowilangun,” imbuhnya.

Pemkot juga akan melakukan penyesuaian jam operasional, dari semula pukul 00.00 WIB menjadi pukul 22.00 WIB. Perubahan ini ditujukan agar proses pemotongan lebih cepat dan distribusi daging ke Pasar Arimbi bisa dilakukan lebih awal.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan, setiap jagal nantinya akan dibekali tanda pengenal dan surat khusus. Pemkot juga menyiapkan loker penyimpanan alat kerja di RPH Osowilangun agar aktivitas pemotongan berjalan lebih tertib.

“Relokasi RPH Pegirian tetap akan dilakukan setelah Idul Fitri 2026,” tegas Fikser.

Sosialisasi dan pendekatan kepada para jagal akan terus dilakukan hingga waktu pemindahan tiba. Ia juga memastikan, yang dipindahkan hanya aktivitas pemotongan sapi, sementara Pasar Daging Arimbi tetap beroperasi di lokasi lama.

Sementara itu, Dirut PT surabaya/” title=”RPH Surabaya”>RPH Surabaya Perseroda Fajar Arifianto Isnugroho memastikan RPH Osowilangun siap difungsikan. “Selama Januari–Maret 2026, operasional akan dilakukan secara paralel di dua RPH untuk memastikan kesiapan teknis, ” kata Fajar.

Fajar menambahkan, relokasi dilakukan bukan hanya untuk penataan kota, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas fasilitas. RPH Osowilangun dibangun lebih modern dengan sistem pengolahan limbah yang lebih baik, menggantikan RPH Pegirian yang telah beroperasi sejak 1927 dan dinilai sudah tidak optimal.((Red)) 

  • Dipublikasi Pada 12 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 12, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow