Quantcast

Jelang Imlek dan Ramadan 2026, DPRD Apresiasi Langkah Pemkot Surabaya Kendalikan Harga Pangan – Kabar Surabaya

Surabaya (( Info Surabaya)) – Menjelang perayaan Imlek dan datangnya bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kota Surabaya mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok. Upaya tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Langkah cepat Pemkot Surabaya ini mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono. Ia menilai kebijakan yang diambil menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Budi Leksono, yang akrab disapa Buleks, menyambut baik strategi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya yang meningkatkan intensitas pelaksanaan Pasar Murah di seluruh wilayah kota.

“Saya mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang sigap mengendalikan harga bahan pokok. Pasar Murah ini sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Ramadan ketika kebutuhan cenderung meningkat,” ujar Buleks, Selasa (3/2).

Menurutnya, pelaksanaan Pasar Murah secara serentak di 31 kecamatan, bahkan dengan dua titik setiap hari, menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah potensi gejolak harga sangat penting agar warga tidak terbebani lonjakan biaya kebutuhan sehari-hari.

“Ini bentuk kehadiran negara. Ketika harga berpotensi naik, pemerintah turun langsung memberi solusi. Harapannya, masyarakat bisa beribadah dan merayakan hari besar dengan tenang tanpa khawatir soal kebutuhan pokok,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, memastikan pelaksanaan Pasar Murah selama Ramadan akan digelar lebih masif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pemkot Surabaya akan melakukan pengawasan lebih intensif, terutama di pasar-pasar yang menjadi barometer inflasi nasional. Kami juga mengimbau distributor dan toko swalayan agar tidak menjual barang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” tandasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa hingga saat ini stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Pemantauan dilakukan secara rutin di pasar-pasar tradisional untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

“Menjelang Imlek dan Ramadan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya aman. Hal ini juga tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan Surabaya tahun 2025 yang berada di angka 73,28. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar,” ujarnya.

Dengan sinergi antara Pemkot Surabaya dan DPRD, stabilitas harga kebutuhan pokok diharapkan tetap terkendali sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga, pungkas Buleks.

Continue Reading

  • Dipublikasi Pada 5 Februari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Februari 5, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow