Infosurabaya I Surabaya – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pengembangan lahan pertanian baru seluas tiga juta hektare yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Papua hingga Kalimantan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional dan mencapai kedaulatan pangan.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan hal ini dalam acara Sarasehan dan Arahan Menteri Pertanian RI bertajuk “Sinergi Inovasi untuk Indonesia Tangguh Pangan” yang digelar di Auditorium Gedung Research Center ITS, Surabaya, Minggu (9/11/2025).
“Ini perlu keberanian. Dari hasil penelitian, karena kami juga penelitian, ini kita harus ada keberanian secara konsisten mempromosikan, memperbaiki apa saja kekurangan, dan itu butuh waktu,” ujarnya.
Pengembangan lahan pertanian baru ini akan difokuskan di beberapa wilayah strategis, termasuk Papua, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Pemerintah menyadari bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga dibutuhkan teknologi pertanian yang sesuai.
Mentan Amran Sulaiman mengajak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk terlibat aktif dalam pengembangan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Keterlibatan ITS diharapkan dapat mempercepat proses pengembangan lahan pertanian baru ini, serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian secara keseluruhan.
Pemerintah menyadari bahwa inovasi teknologi adalah kunci untuk mewujudkan pertanian yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan dan penerapan teknologi pertanian di seluruh Indonesia.(Kdm)
- Dipublikasi Pada 10 November 2025
- Baru Saja di Update Pada November 10, 2025
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
