Quantcast

Lewat Penyuluhan Kreatif, Pelajar SMK Al-Islah Surabaya Dibekali Moderasi Beragama

Penyuluhan moderasi beragama yang dilakukan oleh mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur/dok.bicarasurabaya.com

Infosurabaya.com — Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan moderasi beragama di SMK Al-Islah Surabaya. Kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya sikap moderat dalam beragama sekaligus memperkuat nilai toleransi dan ukhuwah Islamiyah di kalangan siswa kelas X.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran pengabdian masyarakat yang diikuti oleh sepuluh mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengemas materi moderasi beragama melalui diskusi interaktif, simulasi, dan permainan peran agar mudah dipahami oleh peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa menyadari pentingnya bersikap moderat dalam beragama, tidak ekstrem ke kiri maupun ke kanan, serta tetap menjaga ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ragil Cantika Kinanti Setya Budi, selaku pemateri kegiatan, didampingi Saifuddin Zuhri sebagai pembimbing pengabdian.

Salah satu sesi yang menarik perhatian siswa adalah permainan peran (role play) bertema “Cara Menghadapi Teman yang Malas Beribadah”. Dalam sesi ini, siswa diminta memerankan berbagai karakter, seperti guru, teman sebaya, dan siswa yang kurang aktif beribadah. Melalui simulasi tersebut, peserta belajar menyampaikan nasihat secara persuasif, tanpa menghakimi, serta tetap menjunjung nilai persaudaraan.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut Kepala SMK Al-Islah Surabaya, Arif Muttaqin, ST., penyuluhan moderasi beragama sangat relevan dalam pembentukan karakter pelajar di tengah dinamika sosial yang semakin beragam.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter siswa agar lebih bijak dalam beragama dan berinteraksi sosial. Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini di SMK Al-Islah,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan komitmen bersama untuk menjaga semangat moderasi beragama serta memperkuat ukhuwah di lingkungan sekolah. Mahasiswa dan pihak sekolah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang toleran dan inklusif. (Penulis: Saifuddin Zuhri/Dosen Ilmu Komunikasi)

 

  • Dipublikasi Pada 9 Februari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Februari 9, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow