Infosurabaya.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang status tanggap darurat bencana Gunung Semeru“>erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari, mulai 26 November hingga 2 Desember 2025. Keputusan ini diambil karena dampak erupsi masih dirasakan masyarakat dan proses penanganan belum sepenuhnya tuntas.
lumajang-indah-amperawati/” title=”Bupati Lumajang Indah Amperawati”>Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa ia telah menandatangani surat keputusan perpanjangan.
“SK perpanjangan tanggap darurat sudah saya tanda tangani malam ini,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Kamis (27/11/2025).
Indah menjelaskan, perpanjangan dilakukan lantaran sejumlah wilayah masih terdampak material erupsi. Pemerintah daerah juga tengah mengupayakan beberapa langkah teknis, salah satunya penyudetan aliran Sungai regoyo untuk mengurangi risiko banjir lahar menerjang permukiman.
“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang masih ada,” kata Indah. Ia menekankan seluruh unsur—aparat daerah, relawan, hingga warga—perlu bersinergi agar penanganan pascabencana berjalan efektif.
Saat ini warga dinyatakan berada di zona aman. Sejumlah warga mengungsi di lokasi yang disiapkan pemerintah, sementara sebagian lainnya memilih tinggal sementara di rumah keluarga.
“Begitu ada imbauan mengungsi, warga langsung bergerak. Banyak yang memilih ke rumah keluarganya,” jelas Indah.
Pemerintah memastikan bantuan logistik, fasilitas kesehatan, evakuasi, hingga pemulihan infrastruktur tetap tersedia selama masa tanggap darurat. Indah juga mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Mari menghadapi situasi ini dengan tenang, disiplin, dan saling mendukung,” tutupnya.((Red))
- Dipublikasi Pada 27 November 2025
- Baru Saja di Update Pada November 27, 2025
- Temukan Kami di Google News
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
