Quantcast

Menkes Budi Gunadi Sadikin : Indonesia Butuh Terobosan Tanpa Mengorbankan Mutu Layanan

Menkes Budi Gunadi Sadikin : Indonesia Butuh Terobosan Tanpa Mengorbankan Mutu Layanan (dokpri)

infosurabaya.com | SURABAYA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke RS Kemenkes Surabaya Kamis sore (22/01/26).

Pada kesempatan tersebut, Budi menyampaikan bahwa untuk menjadi dokter ahli prosesnya bisa memakan waktu puluhan tahun. Ini sebagai respons atas tertinggalnya kualitas dan kecepatan layanan kesehatan nasional dibanding negara tetangga.

“Jika kita ingin mengenar ketertinggalan terlalu lam, makanya butuh terobosan baru tanpa mengorbankan mutu layanan,” lanjutnya.

Tambah Budi, dalam sistem pendidikan konvensional seorang dokter bisa membutuhkan waktu hingga sekitar 20 tahun untuk mencapai kompetensi penuh. Melalui skema fellowship selama satu tahun, pemerintah menargetkan dapat mencetak sekitar 50 hingga 80 tenaga ahli setiap program berjalan.

“Program percepatan ini akan dijalankan bersama kolegium agar standar kompetensi tetap terjaga dan sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional,” tegasnya.

Selain mempercepat jalur pendidikan, Kemenkes juga mendorong penguasaan teknologi medis mutakhir para dokter muda.

“Prioritas kita agar dokter-dokter muda ini memiliki tingkat karya dan kemampuan yang setara, bahkan lebih tinggi, karena terekspos teknologi baru sejak awal,” kata Budi.

Di samping itu, Budi juga menyampaikan penguatan infrastruktur rumah sakit sebagai prasyarat penting.

“Saat ini alat diagnosis kanker seperti PET-Scan baru tersedia di 16 kota di Indonesia. Padahal dari sisi biaya, layanan kesehatan di dalam negeri dinilai jauh lebih kompetitif dibandingkan luar negeri,” ungkapnya.

Papar dia, bahwa masalahnya bukan hanya biaya, tetapi keterbatasan alat dan tenaga ahli. Dua hal ini harus dikejar bersamaan.

Disamping itu, Aris Marsduiyano selaku Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investasi Khusus (BAPPISUS) RI menyampaikan dukungan atas kebijakan Kemenkes tersebut.

“Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tidak akan berarti tanpa kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Ada alat tapi tidak ada orang yang mengoperasikan itu percuma.” ujarnya.

Tambah dia, karena itu pemerintah fokus mencetak SDM, termasuk meningkatkan beasiswa LPDP agar dokter-dokter terbaik bisa belajar ke luar negeri. (*red)

  • Dipublikasi Pada 23 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 23, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow