Quantcast

Penjaga Rumah Rehabilitasi Alami Patah Tulang Saat Menggagalkan Pelarian Pasien – Kabar Surabaya

Surabaya (( Info Surabaya)) – Insiden pelarian pasien di Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (LRPPN) Bhayangkara Indonesia, Surabaya, berujung cedera serius bagi salah satu petugas penjaga. Febriansyah Handika Setiawan (18), staf penjaga lembaga rehabilitasi tersebut, mengalami patah tulang setelah tertabrak kendaraan saat berupaya menggagalkan pelarian pasien pada Sabtu (11/1) dini hari.

Hingga kini, Febriansyah masih menjalani masa pemulihan akibat patah tulang paha kanan, tulang kering, serta retak pada jari kaki kanan. Sementara kaki kirinya mengalami pembengkakan akibat terkilir. Kondisi tersebut membatasi aktivitasnya dan membuatnya harus bergantung pada kursi roda untuk mobilitas harian.

Febriansyah merupakan salah satu petugas penjaga di LRPPN Bhayangkara Indonesia yang berlokasi di Jalan Khairil Anwar No. 23, Surabaya. Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat enam pasien rehabilitasi diketahui melarikan diri dengan cara menjebol plafon kamar dan merusak genteng bangunan.

Saat kejadian, Febriansyah tengah berjaga di area depan bersama petugas lain. Teriakan petugas keamanan menjadi penanda awal adanya pelarian pasien. Meski bukan aparat penegak hukum, Febriansyah mengaku memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan para pasien tetap berada dalam pengawasan selama proses pemulihan.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, para pasien melarikan diri ke beberapa arah, di antaranya kawasan Pasar Pakis dan Jalan Diponegoro. Febriansyah bersama rekan penjaga kemudian melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor.

Di sekitar taman pembatas jalan dekat SPBU kawasan Jalan Dr. Soetomo, dua pasien berhasil terpantau. Febriansyah turun dari kendaraan dan berusaha mengejar dengan berjalan kaki. Namun, di lokasi tersebut ia tertabrak mobil dari arah samping. Kendaraan yang menabraknya tidak berhenti dan langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat benturan keras, Febriansyah terlempar dan mengalami cedera serius. Ia segera dievakuasi menggunakan ambulans dan dirawat di Rumah Sakit William Booth selama tiga hari. Berdasarkan catatan medis, total biaya perawatan yang ditanggung mencapai sekitar Rp86 juta.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari lingkungan sekitar lembaga rehabilitasi, termasuk para pasien. Salah satu pasien yang terlibat dalam pelarian diketahui mendatangi Febriansyah untuk menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut.

Febriansyah menyatakan tidak menyimpan dendam atas insiden yang dialaminya. Ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi refleksi bagi para pasien untuk lebih serius menjalani proses rehabilitasi dan pemulihan dari ketergantungan narkotika.

Continue Reading

  • Dipublikasi Pada 29 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 29, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow