Quantcast

Peresmian SLB-B Negeri Karya Mulia, DPRD Surabaya Dorong Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus – Kabar Surabaya

SURABAYA (( Info Surabaya)) – Anggota DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto, mengapresiasi peresmian Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Negeri Karya Mulia Surabaya. Kehadiran SLB negeri pertama di Kota Pahlawan ini dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan inklusif serta pemenuhan hak belajar anak berkebutuhan khusus.

“Kehadiran SLB negeri pertama di Surabaya ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak pendidikan anakanak berkebutuhan khusus,” ujar Herlina dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (6/1/2026).

Politisi Partai Demokrat tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Jawa Timur“>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai atas terwujudnya SLB negeri di Surabaya.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan Pak Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Semoga ke depan pendidikan inklusif di Surabaya dan Jawa Timur semakin kuat dan berkeadilan,” tuturnya.

Herlina mengungkapkan, berdirinya SLB-B Negeri Karya Mulia tidak terlepas dari proses panjang serta dorongan legislatif sejak periode sebelumnya. Ia menyebut, usulan pendirian SLB negeri di Surabaya telah disampaikan sejak dirinya masih bertugas di Komisi D DPRD Surabaya pada tahun 2024.

“Di penghujung masa jabatan saya di Komisi D DPRD Surabaya tahun 2024, saya pernah menyampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bahwa Surabaya seharusnya memiliki SLB negeri,” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur karena aspirasi tersebut kini terwujud. Menurut Herlina, keberadaan SLB-B Negeri Karya Mulia menjadi jawaban atas keterbatasan layanan pendidikan khusus yang selama ini dirasakan masyarakat.

SLB-B Karya Mulia sebelumnya dikelola oleh yayasan yang telah menjalankan peran pendidikan dan pengabdian dengan baik. Dengan perubahan status menjadi SLB negeri, Herlina menilai dukungan terhadap sekolah tersebut akan semakin kuat.

“Ini langkah maju bagi pendidikan inklusif dan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus. Dengan menjadi SLB negeri, dukungan dari sisi anggaran, kebijakan, serta pengembangan tenaga pendidik tentu akan semakin optimal,” ujarnya.

Dalam peresmian tersebut juga dipaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pendidikan inklusif melalui penguatan anggaran. Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Jatim mengalokasikan lebih dari Rp130 miliar untuk pengembangan SLB se-Jawa Timur.

“Sekitar Rp22,6 miliar dialokasikan untuk revitalisasi SLB dan Rp114,3 miliar untuk rehabilitasi ruang belajar, peningkatan sarana prasarana, serta penguatan layanan pendidikan inklusif yang layak dan bermartabat,” kata Herlina.

Ke depan, Herlina berharap Surabaya dapat memiliki SLB negeri dengan berbagai tipe lainnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan guru, alat bantu pembelajaran, serta layanan pendukung lainnya.

“Semua ini merupakan bagian dari tujuan negara untuk hadir dan memastikan hak belajar yang setara bagi seluruh anak-anak kita,” pungkasnya.

Continue Reading

  • Dipublikasi Pada 7 Januari 2026
  • Baru Saja di Update Pada Januari 7, 2026
  • Temukan Kami di Google News

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).


Follow WhatsApp Channel Infosurabaya.com
Follow